Berita Semarang

Dwi Sulistyo Divonis 2,5 Tahun Kasus Kopda Muslimin, Pengacara: Kecewa Asal Senjata Tak Ditelusuri

Dwi Sulistyo terdakwa penyedia senjata pada penembakan istri Kopda Muslimin divonis penjara selama 2 tahun 6 bulan di PN Semarang, Kamis (9/3/2023).

Tribun Jateng/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Dwi Sulistyo terdakwa penyedia senjata api dalam kasus pembunuhan berencana istri TNI Kopda Muslimin jalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Semarang, Kamis (9/2/2023). 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Dwi Sulistyo terdakwa penyedia senjata pada penembakan istri Kopda Muslimin divonis penjara selama 2 tahun 6 bulan pada sidang putusan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Semarang, Kamis (9/3/2023).

Putusan yang dijatuhkan hakim Pengadilan Negeri Semarang lebih rendah dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama tiga tahun.

Penasihat hukum terdakwa Aryas Adi, menuturkan pada putusan itu Majelis hakim berpendapat terdakwa secara sah dan meyakinkan melanggar undang-undang darurat.

Baca juga: BREAKING NEWS, 4 Eksekutor Pembunuhan Istri Kopda Muslimin Dituntut 18 Tahun Penjara

Pertimbangan yang memberatkan terdakwa yakni senjata yang dibawa Dwi Sulistiyo digunakan untuk menembak seseorang.

"Hal yang meringankan terdakwa Dwi Sulistyo tidak pernah dipidana," tuturnya usai sidang.

Pihaknya tidak akan mengajukan upaya hukum banding pada putusan tersebut. Selain terdakwa juga telah menerima putusan yang telah dijatuhkan majelis hakim.

"Ya kami berharap polisi dapat mengejar  pelaku yang menitipkan pistol ke Dwi Sulistyo agar perkara ini terang," ujarnya.

Secara fakta, kliennya tersebut hanya dititipi senjata.

Namun hingga pelaku yang merupakan pemilik masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).

"Kami merencanakan untuk bersurat ke kepolisian mengenai hal tersebut. Karena ini sangat penting kejadian ini tidak terulang kembali senjata bisa dijual bebas," jelasnya.

Menurutnya, pistol yang dibawa Dwi Sulistyo terdapat nomor register. Jika berniat polisi dapat menelusuri  asal dan siapa pemilik pistol tersebut.

"Tapi ternyata polisi belum melakukan hal itu," imbuhnya.

Baca juga: Kabar Terbaru Istri Kopda Muslimin, Kehilangan Organ Limpa Imbas Penembakan di Depan Rumahnya

Ia menambahkan senjata itu diproduksi oleh Pindad dan terdapat nomor seri.

Hal itu sangat mudah dilakukan pelacakan siapa pemilik pistol itu.

"Nomor seri pastinya terdapat di Pindad. Harapan saya bisa ditelusuri," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved