Berita Pendidikan
Buka Pendaftaran 1 April, Berikut 4 Sekolah Kedinasan Tanpa Syarat Tes Fisik
Sekolah kedinasan di bawah naungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ini juga tak mensyaratkan tes fisik
TRIBUNJATENG.COM - Berikut sekolah kedinasan yang tak menggunakan syarat tes fisik.
Bisa jadi pilihan buat kamu
Pendaftaran Sekolah kedinasan akan dibuka pada 1 April 2023.
Sekolah kedinasan menjadi salah satu incaran calon mahasiswa karena sebagian menawarkan kuliah gratis dan ikan dinas setelah lulus sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Salah satu syarat dan seleksi sekolah kedinasan adalah tes fisik atau seleksi kesamaptaan yang harus dipenuhi calon taruna taruni.
Baca juga: Catat Tanggalnya! Pemkot Pekalongan Gratiskan Tiket Masuk Semua Obyek Wisata di Hari Jadi ke-117
Baca juga: Hokky Caraka Kecewa Jika Piala Dunia U20 Batal Digelar di Indonesia: Menghancurkan Mimpi Anak Bangsa
Tes fisik dilakukan untuk mengecek kondisi kesehatan mulai dari pengecekan indera penglihatan, pendengaran dan kesempurnaan dari fungsi anggota tubuh.
Hal ini berkaitan dengan tugas yang akan diemban oleh lulusan sekolah kedinasan.
Tetapi, tidak semua sekolah kedinasan mewajibkan untuk tes fisik tersebut.
Ada beberapa sekolah yang hanya melaksanakan satu jenis tes dari keseluruhan tes.
Lalu mana saja sekolah kedinasan yang minim dan bahkan tanpa tes fisik? Berikut rinciannya.
1. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN)
Dilansir dari peraturan tahun sebelumnya, agar bisa masuk ke STAN siswa hanya diwajibkan mengikuti serangkaian kategori tes kesehatan saja.
STAN mewajibkan calon peserta didiknya untuk memiliki tubuh sehat dan bebas dari narkoba, psikotropika dan zat aktif lainnya. Berikut rinciannya:
- Dapat melihat, berbicara dan mendengar dengan baik.
- Dapat melakukan tugas seperti mengetik, menganalisa, berdiskusi dan menyampaikan ide.
- Dapat bergerak tanpa bantuan alat bantu berjalan.
- Tidak memiliki masalah pada kejiwaan
2. Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Sekolah kedinasan di bawah naungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ini juga tak mensyaratkan tes fisik.
Meski tanpa tes fisik, siswa diminta memiliki tubuh yang sehat baik jasmani maupun rohani.
Persyaratan untuk masuk sekolah ini yaitu:
- Tidak buta warna
- Dapat berkacamata dengan menggunakan lensa spheris maksimal minusnya yaitu 4D dan lensa silindrisnya maksimal minusnya 2 D
- Bersedia melakukan pengobatan lasik
3. Sekolah Tinggi Statistik (STIS)
Sekolah Kedinasan selanjutnya yang tanpa tes fisik yaitu STIS milik Badan Pusat Statistik.
Syarat dari STIS berdasarkan pengumuman tahun sebelumnya, untuk jasmani siswa antara lain:
- Sehat jasmani dan rohani (dapat atau layak bekerja dan beraktivitas, baik di dalam ruangan maupun di lapangan), dan bebas narkoba
- Tidak buta warna (baik total maupun parsial), untuk pengguna kaca mata/lensa kontak minus (rabun jauh) dan/atau plus (rabun dekat) dapat diberikan toleransi di bawah ukuran 6 dioptri
- Mengikuti ujian psikotes
- Tes kesehatan kebugaran dan daya tahan tubuh
4. Politeknik Perkeretaapian Indonesia
Sekolah milik kemenhub ini juga tanpa tes fisik. Dalam tahap seleksi tahun 2022, hanya ada tes kesehatan dan psikotes.
Syarat jasmani dan rohani sekolah kedinasan ini antara lain:
- Memiliki tinggi badan 160 cm dan calon Taruni memiliki tinggi badan 155 cm. Khusus untuk prodi D III MTP, calon Taruna memiliki tinggi minimal 165 cm dan calon Taruni memiliki tinggi badan 160 cm.
- Sehat secara fisik dan mental, tidak mengidap HIV/AIDS, bukan pemakai narkotika berbahaya
- Calon Taruna dan Taruni tidak memiliki tato dan tidak bertindik, untuk Taruni diizinkan hanya memiliki satu pasang tindik di telinga.
- Pengecualian untuk tindik atau tato karena kepentingan agama atau adat istiadat.
- Memiliki mata yang sehat, tidak buta ataupun buta warna
Jadi itulah 4 sekolah kedinasan 2023 tanpa tes fisik yang perlu siswa pertimbangkan. (Kompas.com)
Menteri Transmigrasi Lepas 55 Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro |
![]() |
---|
Robertus Aji, Rektor Baru SCU Beberkan Komitmen untuk Bawa Kampus Menuju 'Joyful Futures' |
![]() |
---|
PTMB 2025 Soegijapranata Catholic University Hadirkan Suasana Kekeluargaan Antar Fakultas |
![]() |
---|
Waduh! Riset Profesor Asing Ungkap Praktik Serangan Fajar Jadi Penyebab Korupsi Masif di Indonesia |
![]() |
---|
Cerita Prof Juhadi, Dosen Unnes yang Ciptakan Alat Pendeteksi Dini Longsor berbasis Android |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.