Mendag Minta Distributor Tak Timbun Stok Bahan Pokok
kenaikan harga tahunan komoditas pangan saat ini masih dianggap wajar, kecuali kedelai.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) memperingatkan distributor bahan pokok agar tidak memanfaatkan momentum Ramadan dan Lebaran untuk meraup untung.
Menurutnya, kenaikan harga tahunan komoditas pangan saat ini masih dianggap wajar, kecuali kedelai. Mengutip situs sp2kp kemendag.go.id, harga kedelai impor tercatat Rp 15.600/kg, naik tipis 0,65 persen dari sebelumnya Rp 15.500/kg pada 21 Maret lalu.
"Saya cek di pasar harga kedelai sudah Rp 15 ribu per kilogram. Hati-hati, kalau ada yang nyetok, nimbun-nimbun, ini Satgas Kemendag bisa turun," katanya, di kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (28/3).
Ia mengingatkan pengusaha distributor agar tidak keterlaluan dalam mengambil keuntungan. Zulhas menyebut, pemerintah akan ambil tindakan membantu ongkos produksi bila perlu subsidi harga.
Mendag juga memastikan kenaikan harga sembako ini tidak ada kaitannya dengan izin pemerintah melakukan impor 2 juta ton beras. Menurutnya, impor beras tersebut untuk stok Bulog yang harus terpenuhi, misalnya 1,5 juta ton.
“Kalau Bulog stoknya habis, beli dari luar negeri. Sekarang lagi panen, harga sudah Rp 10 ribu/kg, beli, tapi barangnya nggak ada,” tukasnya.
Zulhas menyebut, apabila stok beras di gusang Bulog tinggal 200 ribu ton, itu pertanda gawat, sehingga mereka harus beli dari luar negeri. Impor beras itu, dia menambahkan, diputuskan melalui rapat kabinet agar memenuhi stok Bulog.
"Kalau ada beli dari petani harga tinggi. Jangan disalahpahami Mendag ini suka impor-impor. Saya nggak suka impor, 5 tahun saya kelahi terus soal impor," tukasnya. (Tribunnews/Reynas Abdila)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Pedagang-362022.jpg)