Berita Regional

Emon Pelaku Pencabulan 120 Anak di Sukabumi Bebas, Warga Cemas

Andri Sobari alias Emon, mantan pelaku pencabulan terhadap 120 anak di Kota Sukabumi pada 2014 silam, telah dinyatakan bebas bersyarat.

The Guardian
Ilustrasi penjara. 

TRIBUNJATENG.COM - Andri Sobari alias Emon, mantan pelaku pencabulan terhadap setidaknya 120 anak di Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada 2014 silam, telah dinyatakan bebas bersyarat dari Lapas Kelas I Cirebon pada 27 Februari lalu.

Sebagian warga di wilayah Lio Santa, Kecamatan Baros, Sukabumi, mengaku khawatir dengan kembalinya Emon usai mendekam di penjara selama sembilan tahun.

Mereka takut dia akan mengulangi perbuatannya di masa mendatang.

Baca juga: Kejam! ASN Ini Sodomi 3 Anak Kandungnya, Ketahuan Ibu Korban Saat BAB Bercampur Darah

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memahami kegusaran tersebut, namun lembaga ini minta agar masyarakat tetap memantau anak-anak mereka.

Meskipun menurut tenaga psikolog di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Sukabumi, "peluang dia kembali melakukan pencabulan kecil lantaran sudah ada perubahan perilaku".

Andri Sobari alias Emon, terpidana kasus sodomi 120 anak
Andri Sobari alias Emon, terpidana kasus sodomi 120 anak saat mendapatkan status bebas bersyarat dari Lapas Cirebon, Jawa Barat, Kamis (23/3/2023). (Dokumentasi Tim Lapas Kelas 1 Cirebon)

Adapun Balai Pemasyarakatan (Bapas) mengharuskan Andri wajib lapor selama lima tahun ke depan.

Andri Sobari alias Emon, mantan pelaku pencabulan terhadap setidaknya 120 anak di Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada 2014 silam, telah dinyatakan bebas bersyarat dari Lapas Kelas I Cirebon pada 27 Februari lalu.

Karena status bebas bersyarat, Andri harus menjalani wajib lapor ke Lapas Nyomplong Sukabumi tiap dua pekan sekali sampai tahun 2028.

Pasalnya dia masih dalam pengawasan Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Kejaksaan.

Di wilayah Lio Santa, Kecamatan Baros, Andri kini tinggal bersama ibu, adik, dan keponakannya.

Warga cemas kembalinya Andri Sobari alias Emon

Akan tetapi bebasnya pria 33 tahun tersebut membuat sejumlah warga di sekitar tempat tinggalnya cemas, kata Indah, yang sudah sepuluh tahun tinggal di sana dan tahu betul peristiwa menghebohkan itu.

 Ia bercerita, ada perasaan was-was kalau melihat Andri ke warung atau masjid.

"Baru kelihatan keluar rumah sekarang-sekarang. Agak kaget, saya punya anak laki-laki kelas 5 SD dan masih usia lima tahun. Agak khawatir sedikit tapi kelihatannya dia sudah berubah," ujar Indah kepada wartawan Siti Fatimah yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Kamis (23/3/2023).

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved