Berita Regional

Eri Cahyadi Bangkitkan Tret Tet Tet, Tradisi Berangkat Bersama Nonton Tandang Persebaya di Semarang

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bangkitkan lagi Tret Tet Tet yakni tradisi berangkat bersama menonton laga tandang Persebaya.

Editor: raka f pujangga
Tribun Jatim Network/Bobby Constantine Koloway
Wali Kota Surabaya memberangkatkan para Bonek ke Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bangkitkan lagi Tret Tet Tet yakni tradisi berangkat bersama menonton laga tandang Persebaya.

Eri Cahyadi mendampingi sekitar 500 bonek berangkat mendukung Persebaya berlaga melawan PSIS Semarang ke Semarang, Jawa Tengah, Rabu (29/3/2023).

Pemberangkatan para bonek menggunakan delapan bus itu sekaligus menghidupkan kembali tradisi yang menggunakan kendaraan carteran.

Baca juga: Main Malam Setelah Taraweh, Ini Link Live Streaming PSIS Semarang Vs Persebaya Surabaya Liga 1

Tret Tet Tet ini sebenarnya adalah tradisi lama Persebaya, yakni dimulai sejak akhir tahun 80-an.

Dahulu, salah satu inisiator tradisi ini adalah ayah Presiden Persebaya Azrul Ananda, yakni Dahlan Iskan, yang ketika itu juga menjadi pengurus Persebaya.

Istilah yang dipakai saat itu disebut dengan Tret Tet Tet.

Beberapa tahun terakhir tradisi Tret Tet Tet sempat memudar dan muncur tradisi baru yakni estafet atau gandol.

Dalam tradisi gandol, suporter melakukan hal berbahaya karena terkadang mencegat truk kontainer hingga pikap.

Sehingga bisa saja oknum pelaku kriminal menyusup untuk melakukan kejahatan dengan mengaku sebagai Bonek.

Sudah Disiagakan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, ia bersama Forkopimda dan Presiden Persebaya sepakat menghidupkan kembali tradisi Tret Tret Tet.

"Sehingga saya berpesan kepada seluruh Bonek yang hari ini berangkat, tolong jaga nama besar Persebaya, tolong jaga nama besar Surabaya.

Karena apa, karena kita harus menunjukkan hari ini ke seluruh pelosok nusantara bahwa Bonek yang sejati adalah Bonek yang berangkat hari ini," kata Eri di Surabaya, Rabu (29/3/2023).

Menurut Eri, Bonek dan Bonita sejati tidak akan melakukan penjarahan atau tindakan melawan hukum.

"Karena kalau sudah ingin menjaga nama Bonek, Persebaya dan Kota Surabaya, maka dia tidak akan pernah melakukan penjarahan. Dia tidak akan pernah melakukan pengrusakan di tempat-tempat lain. Karena kita mencintai Persebaya dan mencintai kota ini dengan pembuktiannya Tret Tet Tet ini," ujar dia.

Baca juga: Ratusan Suporter Persebaya Surabaya Mendadak Dipulangkan Jelang Laga Lawan PSIS, Ini Alasannya

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved