Breaking News
Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Timnas Indonesia

FIFA Membatalkan Indonesia Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Setelah Gubernur Bali meminta keikutsertaan Israel dibatalkan, FIFA menyampaikan “current circumstances” atau keadaan saat ini

Editor: galih permadi
Istimewa
Logo resmi Piala Dunia U-20 resmi diluncurkan oleh FIFA pada hari Rabu (17/8/2022) bertepatan dengan HUT RI ke-77 

oleh : Rob Harris, Wartawan Olahraga SkyNews, Berkebangsaan Inggris.

Setelah Gubernur Bali meminta keikutsertaan Israel dibatalkan, FIFA menyampaikan “current circumstances” atau “keadaan saat ini” di balik keputusan pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20, tetapi tetap mengemukakan bahwa PSSI dapat menghadapi sanksi terkait hal tersebut.

Padahal hanya beberapa hari sebelumnya, FIFA telah mengumumkan lagu dari trio penyanyi Indonesia sebagai lagu ofisial turnamen.

Hal ini menunjukkan bagaimana situasi telah meningkat untuk membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

*Pemikiran FIFA berdasarkan kunjungan lapangan (site visit), bahwa Indonesia tidak akan siap, merupakan salah satu faktor di balik dibatalkannya penyelenggaraan Piala Dunia U20 di Indonesia*, sementara pada saat yang sama isu yang marak dibicarakan justru adalah mengenai keikutsertaan Israel.

Sumber :
Twitter @RobHarris

Rob Harris adalah wartawan olahraga berkebangsaan Inggris yang merupakan penulis isu olahraga global untuk Associated Press, MSNBC, dan Sky News. Rob Harris juga sering muncul sebagai analis pada BBC News, CBC News, Al-Jazeera, Al-Arabiya dan APTN. 

Pada Tahun 2015 ketika meliput penangkapan pejabat FIFA di Zurich, Rob Harris berhasil mendokumentasikan satu-satunya video penahanan pejabat FIFA oleh FBI di Hotel Baur au Lac.

Ganjar Kecewa

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo merasa kecewa dengan keputusan FIFA terkait dibatalkannya Indonesia menjadi tuan rumah piala dunia U-20. 

"Kecewa lah, kita sudah menyiapkan sejak awal kok," kata Ganjar saat ditemui usai menghadiri acara sosialisasi perubahan roadmap RB 2020-2024 di Gedung Gradhika Praja Provinsi Jawa Tengah, Kamis (30/3). 

Meski demikian, Ganjar mengajak masyarakat untuk bersabar menunggu adanya surat resmi dari FIFA kepada PSSI maupun pemerintah Indonesia tentang keputusan tersebut. 

"Kita tunggu saja apa yang menjadi kuputusan dari FIFA kepada PSSI. Sampai tadi malam saya beruntung karena bisa memantau perkembangan yang ada. Sampai dengan tadi pagi saya tanya belum ada surat yang masuk dari FIFA ke PSSI atau pemerintah," katanya.

Politisi dari Partai PDI Perjuangan mengatakan, ada banyak skenario yang bisa dilakukan dari lima poin yang disampaikan FIFA, menurutnya poin kelima dari keputusan FIFA masih ada peluang cara lain agar pelaksanaannya masih bisa tetap berjalan. 

"Saya percaya apa yang menjadi statement pak presiden sebelum delegasi dikirim masih bulat masih kuat untuk bisa terselenggara dengan beberapa catatan-catatan. Efforts PSSI untuk bisa lobi ke FIFA perlu dapat support," imbuhnya. 

Ganjar berharap mudah-mudahan ada keputusan yang baik untuk semua pihak. Dijelaskannya, mengutip cuitan Walikota Solo, Gibran masih ada plan B dan C. 

"Tunggu keputusan satu tahap lagi, kalau bahasa mas Gibran di tweet nya ada plan b dan plan c. Mudah-mudahan ada keputusan yang baik untuk kita semua," pungkasnya 

(*)
 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved