Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ramadan 2023

WBP Lapas Batang Diajak Maknai Lailatul Qadar untuk Menjaring Pahala

Memaknai datangnya malam Lailatul Qadar, Lapas Kelas IIB Batang mempersiapkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)

Penulis: dina indriani | Editor: Catur waskito Edy
dok Lapas Batang
WBP saat mengikuti kegiatan tausiyah di Masjid Darut Taubah Lapas Kelas IIB Batang. 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Memaknai datangnya malam Lailatul Qadar, Lapas Kelas IIB Batang mempersiapkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan menghadirkan para ustaz berkompeten dari Yayasan Jendela Habaib untuk menyampaikan tausiyah, agar dapat meraih pahala sebanyak mungkin.

Kegiatan tausiah digelar seusai melaksanakan salat tarawih dan witir berjamaah bersama puluhan WBP atau santri Darut Taubah.

Penceramah, Ustaz Muhammad Yahya dari Pekalongan mengharapkan, para WBP dapat memanfaatkan waktunya selama di bulan suci dengan aktivitas keagamaan yang Insyaallah akan mendatangkan pahala.

Terlebih dilakukan saat malam Lailatul Qadar, yang pahalanya sama seperti seribu bulan atau setara 83 tahun.

“Salah satu amalan ringan yang bisa dilakukan untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar adalah dengan salat isya', salat subuh berjamaah, dan mengisi malamnya dengan tidak bermaksiat. Maka insya Allah kita akan mendapatkan pahala yang menghidupkan malam Lailatul Qadar,” tuturnya.

Berdasarkan mazhab Imam Syafi'i dan Hanafi, malam Lailatul Qadar umumnya berada di waktu-waktu 10 hari terakhir, khususnya di malam ganjil dan malam Jumat. 

“Untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar itu, memang Allah "menyembunyikannya", supaya umat muslim berusaha keras menghidupkan di malam-malam selama Ramadan dengan ibadah yang sesuai kadar kemampuan dan hal-hal positif.

Seperti salat tarawih dan witir berjamaah termasuk tadarus Alquran, zikir serta tasbih yang dilantunkan karena nilai pahalanya sangat luar biasa,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Batang Rindra Wardhana mengatakan, kegiatan ini dapat memotivasi WBP agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi dalam mengisi tiap malam di bulan Ramadan dengan aktivitas keagamaan yang positif. 

“Apalagi kita sudah melewati 10 hari pertama, nah paling tidak di sisa Ramadan ini, WBP akan memperbanyak ibadah dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT,” harapnya.

Menyikapi makin berkurangnya jumlah santri Darut Taubah dari semula 80 hingga menjadi 66, Rindra menerangkan, untuk menempatkan WBP ke dalam Blok Santri, diperlukan seleksi, salah satunya asesmen dari Kasi Binadik untuk menentukan layak tidaknya masuk dalam blok tersebut.

“Syarat umumnya mereka harus punya keinginan kuat untuk menjadi seorang santri, kami pun sangat mendukung jika ada di antara mereka yang punya potensi di bidang keagamaan,” pungkasnya.(din)

Baca juga: Warga Wadas Purworejo Ngadu ke PWNU Jateng : Minta Langkah Terbaik Bagi Warga Wadas

Baca juga: Dosen It Telkom Purwokerto Raih Pendanaan Penelitian Kemendikbudristek

Baca juga: Apa Itu Carnivore Diet? Ini Manfaat dan Efek Sampingnya Pada Tubuh

Baca juga: Fakultas Psikologi USM Gelar Workshop "Tes Kognitif AJT"

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved