Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Advertorial

Hartopo Komitmen Berantas TBC di Kudus

Pemerintah Kabupaten Kudus komitmen memberantas penyakit tuberkulosis (TBC) dengan cara melakukan penyisiran kepada warga.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rival al manaf
(Foto: Diskominfo Kudus)
Bupati Kudus HM Hartopo saat sambutan dalam peringatan Harib Tuberkulosis Sedunia di Hotel @Hom Kudus, Rabu (5/4/2023).   

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus komitmen memberantas penyakit tuberkulosis (TBC) dengan cara melakukan penyisiran kepada warga yang diduga atau suspek menderita TBC. Hal itu dilakukan agar jangkauan penyisiran lebih luas dan merata.

“Sebab dengan begitu akan banyak temuan semakin cepat penanganan dan peluang kesembuhannya juga semakin besar dan tidak menularkan kepada orang lain,” kata Bupati Kudus HM Hartopo dalam peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia di Hotel @Hom Kudus, Rabu (5/4/2023).

Hartopo mengatakan, untuk melakukan penyisiran perlu ada penambahan personel agar jangkauan lebih luas. Menurutnya penyisiran menjadi kunci pemberantasan TBC karena semakin banyak temuan, maka semakin cepat penanganan.

Di sisi lain dukungan anggaran juga sudah tersedia cukup besar yang berasal dari dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT). Untuk alokasi kesehatan anggaran mencapai 40 persen dari alokasi DBHCHT 2023 yang diterima Kudus sebesar Rp238,52 miliar.

Hartopo mengatakan, penanganan penyakit TBC baik pencegahan dan pengobatan membutuhkan perhatian ekstra. Sebab penularannya bisa melalui udara. Sementara, pengobatan bagi pasien TB perlu penanganan khusus. Untuk itu Hartopo meminta agar Dinas Kesehatan menggandeng stakeholder membentuk tim dalam penanganan TBC. Khususnya preventif melalui skrining dan sosialisasi. Sehingga, masyarakat yang tertular TB bisa diketahui lebih dini.

"Dinas Kesehatan dan stakeholder harus segera menambah tim untuk skrining. Biar deteksi dininya maksimal," kata Hartopo.

Hartopo menjelaskan, pencegahan jadi langkah penting untuk penurunan angka kasus TBC di Kudus. Pihaknya mengajak masyarakat untuk lebih perhatian melalui imunisasi dan skrining. Bupati mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker di ruang tertutup.

"Penularan TBC ini kan hampir sama dengan Covid-19 yakni melalui droplet. Jadi kalau di ruang tertutup lebih aman menggunakan masker. Kami akan selalu mendukung dan memfasilitasi agar penanganan TBC bisa maksimal," ungkapnya.

Hartopo juga mengajak masyarakat untuk tetap disiplin memakai masker demi mencegah penyebaran TBC karena penularannya juga hampir sama dengan COVID-19 melalui droplet. Bahkan, dampaknya lebih berbahaya dibanding corona. (goz)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved