Berita Karanganyar

Puluhan Vendor Demo di Depan Masjid Agung Madaniyah Karanganyar, Minta Kontraktor Lunasi Pembayaran

Sejumlah orang membentangkan spanduk di depan masjid sebagai bentuk protes terhadap pihak kontraktor yang belum juga memenuhi hak para vendor.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Puluhan vendor menggelar unjuk rasa di depan Masjid Agung Madaniyah Karanganyar pada Jumat (14/4/2023) sore. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Puluhan vendor proyek pembangunan Masjid Agung Madaniyah Karanganyar meminta kepada pihak kontraktor untuk segera melunasi pembayaran. 

Dari pantauan Tribunjateng.com di lokasi, Jumat (14/4/2023) sore, terlihat sejumlah orang membentangkan spanduk di depan masjid sebagai bentuk protes terhadap pihak kontraktor yang belum juga memenuhi hak para vendor sekalipun pengerjaan proyek pembangunan masjid telah selesai.

Spanduk yang dibentangkan di antaranya bertuliskan "PT MAM Segera Bayar Tagihan Kami", "Bayar Kami Pak Demo Jilid I".

Vendor Baja Ringan, Adi menyampaikan, pendekatan persuasif kepada PT MAM selaku kontraktor telah dilakukan beberapa kali.

Akan tetapi dia belum menerima pelunasan pembayaran sejak pembayaran terakhir pada 2021. 

Baca juga: 83 Motor Sitaan Masih Tersimpan di Polsek Karanganyar, Kapolres Demak: Hasil Operasi Balap Liar

"Tuntutan, hak kami, keringat kami dibayar."

"Sudah dibayar tapi belum lunas."

"Semua total vendor yang belum terbayar itu Rp 5,6 miliar."

"Ada sekira 50 vendor (yang belum dilunasi)," katanya kepada Tribunjateng.com, Jumat (14/4/2023). 

Pihak kontraktor beralasan akan melunasi pembayaran setelah mendapatkan proyek lain.

Padahal sesuai perjanjian, lanjutnya, pelunasan akan dilakukan setelah kontraktor menerima pembayaran dari Pemkab Karanganyar.

Akan tetapi janji tersebut tidak kunjung terealisasi setelah adanya pembayaran proyek termin terakhir dari Pemkab Karanganyar pada 2022. 

Baca juga: Pemkab Karanganyar Dorong Pengembangan Wisata Berbasis Syariah, Begini Caranya

"Kalau saya yang belum terbayar Rp 77 juta."

"Kami minta supaya segera dibayar," ucapnya. 

Vendor lain, Muh Parno menambahkan, nilai proyek pembangunan empat menara, kubah, dan lainnya sekira Rp 2 miliar.

Akan tetapi dari nilai tersebut masih ada yang belum dibayarkan oleh pihak kontraktor kepada dirinya.

Pihaknya menerima pembayaran dari kontraktor terakhir kali pada 2021. 

"Yang belum terbayarkan Rp 1,03 miliar."

"Buat bayar tenaga dan bahan ya utang dulu," imbuhnya. (*)

Baca juga: KPwBI se- Jateng Sinergi dengan Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang Galakkan GNPIP

Baca juga: Menag Gus Yaqut Lepas Ekspor Perdana Produk PT Halalan Thayyiban Indonesia untuk Makanan Haji

Baca juga: Jembatan Desa Gempolrejo Blora Ambles, Mobil Tak Bisa Melintas

Baca juga: Dinas PKPLH Kudus Bakal Percantik Taman Kota Selepas Lebaran

Sumber: Tribun Jateng
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved