Fokus
Fokus: Mudik, Bukan Ajang Setor Nyawa
Jalan tol menjadi satu alternatif pilihan bagi pemudik. Meski tak murah, mempersingkat waktu menjadi alasan pemudik pulang ke kampung halaman lewat Ja
Penulis: galih permadi | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM - Jalan tol menjadi satu alternatif pilihan bagi pemudik. Meski tak murah, mempersingkat waktu menjadi alasan pemudik pulang ke kampung halaman lewat Jalan tol.
Misalnya, rute Jakarta menuju Solo sebelum ada jalan tol bisa memakan waktu 30-35 jam. Namun, setelah ada jalan tol hanya butuh waktu 10-12 jam.
Pascapencabutan pembatasan pandemi covid-19, diprediksi tahun ini jumlah pemudik melonjak hingga 123 juta orang. Pada 2022, jumlah pemudik mencapai 86 juta orang.
Presiden Jokowi saja sampai mengingatkan seluruh anak buahnya mengantisipasi gelombang pemudik pada arus mudik libur Lebaran Idulfitri 2023.
Jokowi mengatakan akan ada lonjakan jumlah pemudik tahun ini. Tiga provinsi akan menjadi tujuan utama pemudik, yaitu Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. "Jawa Tengah ini Pak Gub, Jawa Timur Bu Gubernur, dan Jawa Barat Pak Gubernur, semuanya memang harus bersiap menjelang mudik karena kurang lebih 123 juta masyarakat kita akan bersama-sama mudik," kata Jokowi di Pasar Cepogo, Boyolali, Senin (10/4/3).
Ya, lonjakan pemudik jangan dianggap enteng terutama bagi pemudik melalui jalan tol. Persiapan tempat peristirahatan (rest area) harus menjadi perhatian.
Mungkin saja jumlah rest area di jalan tol tak bisa menampung jumlah kendaraan pemudik tahun ini. Tidak menutup kemungkinan, pemudik rela tak istirahat atau memilih beristirahat di bahu jalan tol yang membahayakan pengemudi lain.
Berdasarkan data dari Korlantas Polri tercatat pada Lebaran 2022 terjadi 2.945 kasus kecelakaan lalu lintas. Sebanyak 51 kecelakaan yang terjadi di jalan tol, sedangkan untuk jalan non tol ada 2.894 kecelakaan. Dari kasus kecelakaan tersebut mengakibatkan 530 korban meninggal dunia.
Data dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) 2022 menunjukkan terjadi 4.487 kecelakaan dengan jumlah korban meninggal dunia 438 orang. Data tersebut mengalami peningkatan dibandingkan 2021, terdapat kasus 3.988 kecelakaan dengan korban meninggal dunia 377 orang.
Jalan tol dengan tingkat kecelakaan tinggi 2022 terjadi di lima ruas jalan tol yakni Tangerang-Merak: 526 kasus, Cikampek-Palimanan: 308 kasus, Kanci-Pejagan: 238 kasus, Pejagan-Pemalang: 238 kasus, Kertosono-Mojokerto: 225 kasus.
Sedangkan ruas tol dengan tingkat kematian tertinggi di 2022 terjadi di tol Jakarta-Cikampek: 67 korban jiwa, Cikampek-Palimanan: 46 korban jiwa, Semarang-Batang: 43 korban jiwa, Tangerang-Merak: 23 korban jiwa, dan Cikampek-Padalarang, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono: 21 korban jiwa.
BPJT menyebut faktor manusia sebanyak 61 persen menjadi penyebab kecelakaan. Mulai dari terkait kemampuan menyetir kendaraan dan karakter pengemudi itu sendiri.
Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memperkirakan penyebab kecelakaan terbanyak sekitar 80 persen adalah kelelahan. Jika dipaksakan bisa alami microsleep atau kondisi tertidur lelap secara tiba-tiba dalam waktu yang sangat singkat sekitar 1 hingga 30 detik.
Hati-hati di jalan, kita sudah berusaha, namun orang lain belum tentu juga. Mudik Lebaran bukan menjadi ajang setor nyawa. Persiapkan sebaik-baiknya. Lebaran seharusnya memberikan kabar bahagia berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara, bukan sampaikan kabar duka. (*tribun jateng cetak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wartawan-tribun-jateng-galih-permadi.jpg)