Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Ribuan Warga Semarang Saksikan Pawai Ogoh-Ogoh dan Karnaval Lintas Agama

Ribuan masyarakat memadati Jalan Pemuda, Kota Semarang, untuk menyaksikan Pawai Ogoh-Ogoh dan Karnaval Lintas Agama, Minggu (30/4/2023).

Tayang:
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN 
Suasana Pawai Ogoh-ogoh dan Karnaval Lintas Agama di Jalan Pemuda Kota Semarang, Minggu (30/4/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ribuan masyarakat memadati Jalan Pemuda, Kota Semarang, untuk menyaksikan Pawai Ogoh-Ogoh dan Karnaval Lintas Agama, Minggu (30/4/2023).

Kegiatan ini diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai kelompok etnis. Para peserta berjalan mulai dari depan Balai Kota Semarang yakni Jalan Pemuda, menuju Jalan Pandanaran, dan finish di Simpanglima.

Ada empat ogoh-ogoh yang diarak. Empat ogoh-ogoh tersebut langsung didatangkan dari Bali. Selain ogoh-ogoh, kegiatan juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan dari setiap kelompok etnis berupa tarian, pertunjukan barongsai, kuda lumping, rebana, dan lain-lain.

Wali Kota Semarang, pawai ogoh-ogoh dan karnaval lintas agama ini dalam rangka memperingati Hari Raya Nyepi sekaligus HUT ke-476 Kota Semarang.

Pawai Ogoh-ogoh dan Karnaval Lintas Agama di Jalan Pemuda Kota Semarang, Minggu (30/4/2023).
Pawai Ogoh-ogoh dan Karnaval Lintas Agama di Jalan Pemuda Kota Semarang, Minggu (30/4/2023). (TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN )

Kegiatan ini juga menunjukan adanya toleransi yang tinggi di ibu Kota Jawa Tengah. Seluruh kelompok lintas agama terlibat dalam kegiatan tersebut.

"Semua lintas agama mendukng. Saat kegiatan lain, dari PHDI juga ikut serta dalam kegiatan. Harmonisasi dan pluralisme kita jaga. Kalau masyarakat guyub rukun, gotong royong, bergerak bersama, Kota Semarang semakin sejahtera," papar Ita usai menyaksikan pawai.

Di sisi lain, Ita menilai, antusiasme masyarakat menyaksikan pawai ogoh-ogoh dan karnaval lintas budaya ini juga sangat tinggi. Terbukti, ribuan masyarakat tumplek di Jalan Pemuda. Belum lagi, masyarakat yang menyaksikan di sepanjang rute dan di Simpanglima.

Kegiatan ini menjadi edukasi kepada anak-anak yang menyaksikan bahwa seni budaya perlu dilestarikan dan dijaga. Di sisi lain, juga menjadi atraksi wisata bagi para wisatawan yang datang ke Kota Lunpia.

"Di Simpanglima ada sendratari dan kegiatan lain. Ini memberi semangat kepada masyarkat bahwa di Semarang tidak ada perbedaan ras, suku, agama, semua jadi satu," tuturnya.

Pihaknya pun berkeinginan membuat kegiatan serupa lebih besar lagi pada 17 Agustus mendatang. Kegiatan nantinya menjadi kebangkitan pasca pandemi Covid-19.

Ketua PHDI Kota Semarang, Nengah Wirta Darmayana mengatakan, kegiatan ini mengangkat tema membangun kerukunan melalui karnawal seni budaya lintas agama dan pawao ogoh-ogoh.

Dia berharap, kegiatan ini dapat membangun kerukunan. Selain itu, ini juha bisa menjadi ajang memantik pegiat seni di Semarang.

"Dengan kegiatan ibi, para pegiat seni menciptakan seni-seni baru," ucapnya. 

Dia menilai, respon masyarakat cukup baik. Maka, tidak menutup kemungkinan kegiatan akan diselenggarakan lebih besar lagi pada tahun berikutnya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved