Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Fokus

Fokus: Cuaca Terasa Panas

Masyarakat di Jawa Tengah merasakan cuaca panas. Orang bertanya mengapa cuaca terasa sangat panas. Apakah sudah musim kemarau. Cuaca panas sampai kapa

Penulis: iswidodo | Editor: m nur huda
tribunjateng/bram
Iswidodo wartawan Tribunjateng.com 

Tajuk Ditulis Wartawan Tribun Jateng, Iswidodo 

TRIBUNJATENG.COM - Masyarakat di Jawa Tengah merasakan cuaca panas. Orang bertanya mengapa cuaca terasa sangat panas. Apakah sudah musim kemarau. Cuaca panas sampai kapan. Apakah ini ada kaitannya dengan gelombang panas. Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang berkaitan dengan cuaca.

BMKG menjelaskan penyebab suhu panas di Indonesia disebabkan karena adanya gerak semu Matahari. Gerak semu Matahari merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun. Potensi suhu udara panas seperti itu dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.

Indonesia berada di wilayah tropis, di mana sepanjang tahun suhu temperatur rata-ratanya adalah 25 derajat Celsius di pagi hari dan 33-34 derajat Celsius di siang hari. Ada dua periode dalam satu tahun ketika Matahari melintas dan mendekati Khatulistiwa.

Matahari mendekati khatulistiwa pada akhir Maret, maka dua bulan berikutnya yaitu April dan Mei suhu di sekitar wilayah Indonesia akan naik dan terasa lebih panas. Itu disebabkan oleh gerak semu Matahari. Selain itu, suhu hangat juga dipicu oleh proses uap air transisi musim hujan ke musim kemarau. Musim kemarau akan berlaku pada akhir Mei hingga September 2023.

Wilayah di dataran rendah akan terasa lebih hangat dibanding dataran tinggi. Alasannya, kerapatan udara di dataran rendah lebih rapat, sehingga memungkinkan menyimpan panas lebih banyak. Maka suhu akan dipengaruhi oleh letak geografis. Jadi apa yang terjadi di Indonesia saat ini bukan gelombang panas.

Gelombang panas terjadi di India, suhu mencapai 40 derajat Celsius. Sedangkan Laos mengalami gelombang panas dengan suhu mencapai 42,7 derajat Celsius. Fenomena gelombang panas juga melanda Negara Gajah Putih. Thailand mencatatkan rekor suhu tertinggi mencapai 45 derajat Celsius, untuk pertama kalinya dalam sejarah negara tersebut. Bahkan suhu di Bangkok pernah mencapai 50,2 derajat Celsius pada pekan lalu.

Suhu di Kota Semarang 2 Mei rata-rata 28-32 derajat Celsius. Pagi hari rata-rata 25 derajat Celsius namun di siang hari bisa mencapai 34 derajat Celsius. Meski cuaca di Indonesia tidak sepanas di negara-negara lain, masyarakat tetap perlu mewaspadainya. Misalnya, suhu normal tubuh manusia 36-37 derajat Celsius. Kemudian suhu normal rata-rata daerah di Jawa Tengah 26-27 derajat Celsius. Jika suhu atau cuaca hampir sama suhu tubuh maka terasa panas. Apalagi bila suhu cuaca lebih dari 37 derajat Celsius maka tubuh manusia terasa gerah.

Kemenkes RI minta masyarakat waspada terhadap cuaca panas. Dampak yang berbahaya antara lain heatstroke. Yaitu kondisi ketika tubuh tidak dapat mengontrol suhu badan. Ini merupakan kondisi paling berat akibat cuaca panas. Selain itu, dampak lain dari cuaca panas bagi tubuh adalah dehidrasi.

Dehidrasi merupakan kondisi ketidakseimbangan yang ditandai dengan defisiensi atau kekurangan cairan dan elektrolit. Oleh karena itu, alangkah baiknya cegah dehidrasi dengan minum air yang banyak, tanpa menunggu haus. Hindari minuman berkafein, minuman berenergi, alkohol, dan minuman manis. Hindari kontak dengan sinar matahari secara langsung, gunakan topi atau payung. Pakailah baju longgar dan tidak berwarna gelap yang menyerap panas. (*tribun jateng cetak)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved