Berita Batang
Meriahnya Kirab Budaya HUT ke-57 Kabupaten Batang, Warga Berebut Sawuran
Kirab budaya dalam rangka HUT ke-57 Kabupaten Batang digelar secara meriah.
Penulis: dina indriani | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Kirab budaya dalam rangka HUT ke-57 Kabupaten Batang digelar secara meriah.
Ada berbagai seni dan atraksi yang dipertontonkan, arak-arakan kirab sendiri mulai dari rangkaian pusaka Batang terdiri atas Tonbak Kiai Abirawa serta pusaka lain.
Lalu diikuti kereta kencana yang dinaiki Pj Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki beserta rombongan kereta yang dinaiki pejabat serta Forkopimda.
Baca juga: Marak Kasus Cabul, Pj Bupati Batang Bentuk Tim Pemulihan dan Pencegahan Asusila
Serta diikuti rombongan dari masing-masing OPD hingga gunungan dari 15 Kecamatan.
Momen menarik lainnya adalah ketika Pj Bupati Batang Lani melakukan tradisi sawuran atau melempar uang koin.
Tidak hanya Pj Bupati Batang, beberapa kepala dinas juga menyiapkan uang sawurannya masing-masing.
Warga dari anak kecil hingga orangtua saling berebut untuk mendapatkan uang-uang koin yang diyakini menebar keberkahan.
Lani menyebut tradisi sawuran sebagai bentuk berbagi rasa syukur dan kebahagiaan memperingati HUT Batang.
"Sawuuran itu sebagai pelengkap tradisi kita dalam setiap melaksanakan kirab. Ada (uang) sawuran sekitar Rp 8 juta sampai Rp 10 juta, itu berupa uang koin, pecahan 500-an atau 1.000," jelas Lani.
Sementara itu, dalam kirab tersebut terdapat sembilan kereta kencana dua di antaranya didatangkan langsung dari Kraton Solo sisanya kereta dari sekitar Kabupaten Batang.
Lani menyebut HUT Batang sebenarnya jatuh setiap 8 April. L
Namun, karena jatuh pada bulan Ramadan, maka segala aktivitas peringatan HUT Batang dilakukan usai lebaran.
Rute kirab antara lain dari Pendopo Pemkab Batang - Jl Veteran - Jl Diponegoro- Jl Ahmad Yani - Jl Gajah Mada - Jl Ahmad dahlan - Jl Brigjen katamso kembali ke pendopo.
Baca juga: Tradisi Kupatan di Kudus, Ada Kirab Bulusan yang Bersejarah, Ini Kisahnya
Kirab Budaya diakhir dengan rebutan gunungan yang sudah didoakan para alim ulama.
Ratusan warga berebut berbagai sayuran yang dipasang di gunungan itu.
"Kami ada Kirab pusaka tombak birawa, tosan aji kemudian gunungan dan juga kirab yang lainnya, pawai semua itu untuk masyarakat, menjadi momen yang ditunggu setiap tahunnya," pungkas Lani. (din)
Kesan Rombongan Biksu Thuddong saat Melintas di Batang, Paling Sejuk |
![]() |
---|
Soroti Maraknya Kasus Pencabulan di Batang, Rizal Bawazier : Semua Elemen Harus Terlibat |
![]() |
---|
Pengurus Posyandu di Batang Bikin Usaha Simpan Pinjam, Hasilnya untuk Atasi Stunting |
![]() |
---|
Cerita Penyanyi Dangdut Asal Batang, Merantau Merintis Karier dari Koki hingga Tembus Dapur Rekaman |
![]() |
---|
Bea Cukai Jamin Beri Kemudahan Izin Kawasan Berikat di KIT Batang |
![]() |
---|