Fokus
Fokus: Ayah Baik, Semoga Sehat Walafiat
Semua ayah, bapak, abah, pak e, abi -apapun panggilannya- tentu menjadikan keluarga sebagai prioritas utama. Ayah yang baik akan memberikan terbaik un
Penulis: galih permadi | Editor: m nur huda
Tajuk Ditulis Oleh Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi
TRIBUNJATENG.COM - "Kau tak pernah lelah, Sebagai penopang dalam hidupku, Kau berikan aku semua yang terindah, Aku hanya memanggilmu ayah," demikian potongan lirik lagu Ayah milik grup band Seventeen.
Semua ayah, bapak, abah, pak e, abi -apapun panggilannya- tentu menjadikan keluarga sebagai prioritas utama. Ayah yang baik akan memberikan terbaik untuk keluarga.
Sayangnya, tak semua ayah demikian. Beberapa bulan ini banyak kejadian sosok Ayah bermasalah. Sebut saja para ayah tajir: Ferdy Sambo, Rafael Alun Trisambodo, Eko Darmanto, hingga AKBP Achiruddin. Mereka harus menjalani proses hukum dari hukuman mati, masuk bui, hingga dicopot dari jabatannya.
Beda pula ayah dari kalangan mendang-mending. Lebih sadis melakukan familicide, membunuh darah dagingnya sendiri karena faktor ekonomi hingga depresi.
Di Gresik, Muhammad Qodad Affalul alias Affan membunuh putrinya, AZ (9) yang sedang tidur di kamar kontrakan, di Desa Putat lor, Kecamatan Menganti, Gresik, Jawa Timur, Sabtu (29/4/2023).
Affan mengaku tega melakukan aksinya karena malu sang istri yang bekerja sebagai LC karaoke, sementara sang anak sering dirisak karena latar belakang ibunya. "Di-bully teman-temannya, tidak mau berteman dengan anak saya karena latar belakang ibunya," ujarnya.
Hari Rabu (26/4/2023), istrinya pergi dari rumah tanpa pamit. Ia menduga istrinya kembali menjadi pemandu lagu di sebuah karaoke. Pasalnya, sang istri kerap mengunggah foto bersama lelaki lain di akun media sosialnya. Affan pun mengalami depresi.
Mengenai pembunuhan itu, Affan bahkan menyebut bahwa membunuh anak-anak belum ada dosa agar anaknya masuk surga. "Membunuh anak saya karena anak-anak belum ada dosa, agar anak saya masuk surga. Kalau ibunya tidak layak masuk surga," ujarnya.
Beda alasan dilakukan Mohammad Sholeh Ika Saputra (20) warga Kauman, Pati Kidul, Jawa Tengah. Sholeh tega membunuh putrinya, N usia tiga bulan lantaran emosi anak rewel. Bingung cara menenangkan anaknya, Sholeh lantas membekap N menggunakan bantal hingga tewas, Senin (1/5/2023).
Setelah membunuh Sholeh sempat bersandiwara jika anaknya hilang diculik makhluk gaib. Ia bahkan menggelar doa wirid, membaca Surat Yasin 41 Kali, Ayat Kursi 110 kali hingga menebar beras, kunyit dan garam ke sekeliling rumah untuk mengaburkan aksinya.
familicide adalah peristiwa pembunuhan terhadap anggota keluarga. Dilansir ABC News, Juni 2007, para ahli berkata kebanyakan pria terdorong untuk membunuh anggota keluarganya karena mereka sering merasa malu, mungkin karena kehilangan pekerjaan atau tidak mampu menyediakan kebutuhan keluarga.
Psikolog forensik dan kriminolog mengatakan, para pelaku familicide, baik pria maupun wanita, biasanya memiliki sejarah panjang penyakit mental, cenderung depresi atau psikotik. "Perempuan lebih mungkin membunuh anak-anak mereka dibanding laki-laki. Tapi laki-laki mampu membunuh anak-anak juga pasangan mereka," kata Dr John Bradford, Kepala Departemen Psikiatri Forensi dari Universitas Ottawa.
Buat Ayah yang tidak ambil jalan pintas: keliling kota malam-malam tanpa tujuan, minum kopi di beranda rumah sembari melihat langit malam, atau yang hobi berlama-lama di kamar mandi untuk sekadar merenung bonus cair tak sesuai harapan, bayar cicilan, bahkan istri banyak maunya, kalian Ayah yang hebat!.
Menyuplik pesan WA siang kemarin untuk para Ayah baik di mana saja: semoga selalu sehat walafiat.(*tribun jateng cetak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wartawan-tribun-jateng-galih-permadi.jpg)