Berita Video

Video Banjir Rob Sayung Demak, Ganjar Sebut Tanggul Laut Jadi Solusi

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sebut solusi pemasalahan banjir rob yang kerap menggenangi di Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: Tim Video Editor

Berikut ini video banjir rob Sayung Demak, Ganjar sebut tanggul laut jadi solusi.

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sebut solusi pemasalahan banjir rob yang kerap menggenangi di Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, hanya butuh komunikasi dengan warga dan Tol Semarang Demak Sesi 1 menjadi tanggul laut.

Melihat kondisi yang cukup parah karena air rob, orang nomor satu di Jawa Tengah berserta rombongan berkunjung ke Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, harus dikejutkan dengan rumah dan jalan yang rusak hingga rumah yang sudak tidak layak dihuni.

Menurutnya jalan keluar permasalahan tersebut hanyalah dibutuhkan warga hanya tanggul laut untuk mengatasi banjir rob

"Kami coba komunikasi  dengan warga ini areanya cukup parah, tapi penyelesainya sampai 2024 karena tanggulnya belum selesai. Kalau tanggulnya sudah selesai ini bisa tertangani," kata Ganjar kepada Tribunjateng, Rabu (17/5/2023).

Sembari pembangunan tol Semarang Demak sesi 1 selesai lanjut kata Ganjar, harus adanya dukungan dari warga setempat untuk bisa segera menyelesaikan pembebasan lahan yang menjadi kendala pembangunan tol Semarang Demak sesi 1.

"Sekali lagi saya sampaikan ini butuh dukungan masyarakat yang bisa menerima itu cepat," ucapnya.

Selain itu, Ganjar Pranowo juga sempat menawarkan warga setempat untuk mau direlokasi ke tempat yang lebih layak, seperti rumah susun.

"Setidaknya kalau ada rob tinggi dengan jadwal yang sudah ada masyarakat harus tahu, makanya saya tawarkan mau pindah atau tidak. Kalau mau direlokasi malah lebih bagus," ungkapnya.

Dia menambahkan jika masyarakat setempat mau untuk direlokasi, pihaknya akan siap memberikan fasilitas yang diinginkan warga.

Namun pilihan tersebut dikembalikan kepada masyarakat setempat.

"Kalau kami buatkan rumah sekian blok rumah susun dengan 200 KK kalau itu berkenang itu bisa kami ihktiarkan kalau itu bisa terjadi merekan akan lebih layak itu jadi hak pilih mereka butuh dialog kami tidak bisa paksakan melakukan.Kalau itu selesai bisa lebih bagus," tutupnya. (Ito)

Sumber: Tribun Jateng
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved