Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pekalongan

Cegah Kekerasan, LP-PAR Kota Pekalongan gelar Kelas Persiapan Pranikah

Lembaga Perlindungan Perempuan, Anak dan Remaja (LP-PAR) Kota Pekalongan terus berupaya mencegah, kekerasan seksual di Kota Pekalongan.

Tayang:
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: rival al manaf
Dok Kominfo Kota Pekalongan
Lembaga Perlindungan Perempuan, Anak dan Remaja (LP-PAR) Kota Pekalongan menggelar kelas persiapan pranikah berkolaborasi dengan komunitas ayo taarufan di Gedung Diklat Kota Pekalongan.   

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Lembaga Perlindungan Perempuan, Anak dan Remaja (LP-PAR) Kota Pekalongan terus berupaya mencegah, kekerasan seksual di Kota Pekalongan salah satunya melalui kelas persiapan pranikah berkolaborasi dengan komunitas ayo taarufan di Gedung Diklat Kota Pekalongan.

Kepala LP-PAR DPMPPA Kota Pekalongan, Nur Agustina mengungkapkan, kelas persiapan pranikah ini dicoba advokasi tentang UU Perkawinan sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual yang marak terjadi.

"Terkadang, hal ini menjadi penyebab terjadinya perkawinan anak akibat sudah hamil atau melahirkan. Selain itu juga, disampaikan tentang UU Tindak Pidana Kekerasan," kata kepala LP-PAR DPMPPA Kota Pekalongan, Nur Agustina saat rilis yang diterima Tribunjateng.com, Selasa (23/5/2023).

Kemudian, untuk narasumber sendiri pihaknya meminta Gusnif atau tokoh agama untuk mendorong persiapan pernikahan dari sudut pandang agama Islam.

"Melalui kelas pranikah ini, kita dorong agar mahasiswa dapat memahami tentang undang-undang sebuah perkawinan."

"Perkawinan, memerlukan persiapan banyak hal supaya bisa menghasilkan keluarga yang memiliki daya tahan cukup tinggi dan menghasilkan kualitas SDM masa depan yang lebih baik," imbuhnya.

Disampaikan Agustin, untuk kursus pranikah biasanya dilakukan oleh BP4 dan KUA, tetapi bagi yang sudah mendaftarkan pernikahan. Kalau kelas persiapan pranikah ini, lebih mendorong adanya kesadaran bahwa pernikahan membutuhkan kesiapan sehingga kekerasan seksual dapat dicegah dan pemberian pendidikan seks ke anak.

"Kegiatan ini, audiensnya bisa remaja atau karang taruna. Bahkan, semua level yang dalam waktu dekat belum tentu akan menikah, tapi menjadi upaya untuk menunda usia perkawinan," imbuhnya.

Sementara itu, Founder Ayo Taarufan, Abdurahman Hadiyanto menerangkan, Ayo Taarufan merupakan komunitas yang mendiskusikan tentang persiapan menikah, ilmu pernikahan dan membangun rumah tangga, ilmu parenting dan keluarga.

"Bagaimana teman-teman muda ini merencanakan pernikahan, memilih calon pasangan, dan yang sudah menikah pun tetap bisa ikut forum kami."

"Di sini, dibahas hak dan kewajiban suami serta istri dalam perspektif Islam. Bagaimana, kemudian islam mengatur hal tersebut sehingga tercipta keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah," katanya. 

Ia menyebutkan, untuk sementara pembimbing Ayo Taarufan adalah Gusnif. Kalau pendamping sesuai tema yang diangkat, kali ini tentang perempuan pasalnya tengah marak isu perceraian.

"Kami berkolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya DPMPPA dan kepolisian. Setiap bulannya kami gelar kajian dan sampai saat ini member kami berjumlah 700 orang," ucapnya. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved