Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bakal Ada Kejutan, KPP Putuskan Cawapres Anies Pekan Ini

Dalam sehari dua hari akan ada kejutan. Pimpinan-pimpinan partai akan segera berkumpul dalam dua hari ini

Editor: Vito
Tribunnews.com/Naufal Lanten
Anies Baswedan saat menghadiri deklarasi Relawan IndonesiAnies di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Ketua DPP Partai Nasdem, Sugeng Suparwoto mengatakan, dalam satu-dua hari ke depan, ketua umum partai politik (parpol) anggota Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yakni Partai Demokrat, Partai Nasdem, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), akan melakukan pertemuan.

Ia mengeklaim, pertemuan para ketua umum itu akan membahas penentuan bakal calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Anies Baswedan pada pemilu 2024.

“Dalam sehari dua hari akan ada kejutan. Pimpinan-pimpinan partai akan segera berkumpul dalam dua hari ini,” ujarnya, di Sekretariat Perubahan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (30/5).

Sugeng menuturkan, kejutan yang dimaksud adalah penentuan cawapres. “Keluar (nama cawapres), akan ada keputusan,” ucapnya.

Meski demikian, ia enggan menyampaikan nama-nama yang tengah dipertimbangkan oleh KPP untuk ditunjuk menjadi cawapres Anies.

Ditemui terpisah, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Sohibul Iman mengungkapkan, penggodokan cawapres Anies sudah mengerucut pada tiga nama.

“Saya sudah sebutin, sudah tiga (nama-Red) kan. Habis tiga ya berikutnya satu. Tunggu tanggal mainnya,” ucapnya.

Adapun, beberapa nama yang kerap disebut menjadi kandidat cawapres Anies adalah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher.

Beberapa waktu belakangan, PKS juga sempat mewacanakan untuk menduetkan Anies dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

Namun, usulan itu mendapatkan resistensi dari Partai Demokrat, yang menganggap Sandiaga tak merepresentasikan gerakan perubahan, karena sudah menjadi bagian dari rezim Presiden Joko Widodo. (Kompas.com/Tatang Guritno)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved