Berita Ekonomi
Ekspor Jateng Lesu Pada April 2023, Catatan BPS: Secara Bulanan dan Tahunan
BPS Provinsi Jawa Tengah mencatat, penurunan ini terjadi baik secara bulanan (month to month/mtm) maupun secara tahunan (year on year/yoy)
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Nilai ekspor Jawa Tengah turun pada bulan April 2023.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat, penurunan ini terjadi baik secara bulanan (month to month/mtm) maupun secara tahunan (year on year/yoy).
Tercatat, nilai ekspor Jateng pada April 2023 yakni sebesar US$677,65 juta atau turun sebesar -25,12 persen dibandingkan bulan Maret 2023 yang mencapai angka US$905,01 juta.
"Secara yoy, dibandingkan April 2022 terjadi penurunan sebesar -39,33 persen di mana April 2022 saat itu nilai ekspor kita (Jateng) mencapai US$1,11 miliar," kata Statistisi Ahli Madya BPS Jateng Arjuliwondo saat rilis data BPS Jateng secara virtual, Senin (5/6/2023).
Lebih detail, menurut sektornya, disebutkan bahwa dari nilai ekspor Jateng yang tercatat US$677,65 juta pada April 2023 itu dirajai oleh hasil industri pengolahan sebesar US$608,13 juta.
Disusul sektor pertanian sebesar US$11,94 juta; pertambangan US$0,08 juta; dan migas US$0,08 juta. Ekspor nonmigas dalam hal ini memberikan andil sebesar 91,51 persen dari total ekspor pada April 2023.
"Ekspor migas pada April 2023 (terhadap Maret 2023) mengalami peningkatan paling tinggi karena sektor lain mengalami penurunan.
Di grafik terlihat bahwa hanya migas saja yang mengalami kenaikan sebesar 229,73 persen dibandingkan bulan Maret 2023. Sementara sektor lain baik itu pertanian, pertambangan, maupun industri, semuanya mengalami penurunan berkisar antara -30 persen sampai -40 persen.
Tapi secara yoy baik itu migas, pertanian, pertambangan, maupun industri, semuanya mengalami penurunan," terangnya.
Di sisi itu Arjuliwondo menyebutkan, tiga negara tujuan ekspor nonmigas terbesar pada April 2023 meliputi Amerika Serikat dengan nilai US$ 217,18 juta (share mencapai 35,02 persen); disusul Jepang US$ 45,76 juta (dengan share 7,38 persen); dan Tiongkok dengan nilai US$ 35,31 juta (dengan pangsa 5,69 persen).
Adapun kontribusi ketiganya sebesar 53,23 persen selama Januari-April 2023.
Sementara itu, tujuh negara tujuan ekspor lainnya yakni Jerman, Korea Selatan, Belanda, Belgia, inggris, India, dan Kanada.
"Sementara catatan ekspor ke negara Asean, pada April 2023 mencatat nilai US$39,42 juta itu dengan share sebesar 6,36 persen. Sementara ke Uni Eropa mencatat nilai US$106,92 juta atau dengan share 17,24 persen," sebutnya.
Sementara itu, terkait nilai impor Jawa Tengah pada periode April 2023 sendiri mencatatkan angka US$982,15 juta.
Impor bulan April 2023 ini secara mtm juga mengalami pertumbuhan negatif dibandingkan Maret 2023.
"Jika dibandingkan Maret 2023, (nilai impor Jateng) mengalami penurunan sebesar -22,44 persen karena Maret 2023 ekspor kita mencatatkan angka US$1,3 miliar. Jika dibandingkan April 2022 atau secara yoy, (nilai impor) kita mengalami penurunan -40,99 persen di mana bulan April nilai impor kita (Jateng) sudah mencapai US$1,66 miliar," imbuhnya. (idy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Ilustrasi-ekspor-gv.jpg)