Wonosobo Hebat
Percepat Budaya Literasi, Pemkab Wonosobo Luncurkan Inovasi Rumah Multikolaborasi
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Dinas Arpusda Kabupaten Wonosobo melaunching inovasi baru Rumah Multikolaborasi guna percepatan budaya literasi kepada masyarakat, Rabu (7/6/2023).
Bersamaan dalam kegiatan ini sekaligus tahapan sosialisasi serta penandatanganan naskah kerjasama percepatan budaya literasi melalui sedekah dan dakwah konten literasi dengan berbagai pihak.
Kepala Arpusda Kabupaten Wonosobo, Musofa mengatakan, Wonosobo memiliki perpustakaan yang bagus dan sudah terakreditasi A.
Baca juga: Bupati Afif Resmikan Program Kampung Iklim di Wonosobo, Upaya Mitigasi Perubahan Iklim
Meski demikian, nampaknya keberadaan perpustakaan ini belum sepenuhnya berdampak pada Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Wonosobo.
"Wonosobo masih berada di bawah rata-rata provinsi. Tahun 2022 TGM di Wonosobo 61,69 persen sementara provinsi Jawa Tengah di angka 70,76 persen, dan IPLM nya baru 56,18 persen dari provinsi di 74,36 persen," ucapnya kepada tribunjateng.com.
Maka dari itu perlu adanya gerakan percepatan pembudayaan literasi untuk menghindari ketertinggalan.
Dalam percepatan ini, pihaknya mencetuskan gagasan kolaborasi atau bersama-sama melakukannya agar dapat menjangkau sasaran lebih luas.
"Penduduk Wonosobo banyak, kemudian gaya hidupnya juga sangat bervariasi. Sehingga kami perlu menjalin kerjasama banyak pihak yang kami sebut dengan multi kolaborasi dari unsur pemerintah, pengusaha, media, akademisi, hingga unsur organisasi kemasyarakatan yang lainnya," jelasnya.
Melalui inovasi Rumah Multikolaborasi dengan strategi sedekah dan dakwah konten literasi ini Musofa menjelaskan, di dalamnya akan ada konten-konten literasi bervariasi yang dapat diakses semua orang baik dalam bentuk video, cerita, artikel, quotes, dan sebagainya yang dikemas secara menarik.
"Setelah dihimpun ini harus disebarkan oleh semua pihak supaya sampai kepada masyarakat," tambahnya.
Harapan masyarakat akan benar-benar bisa meningkatkan kemampuan literasi dengan mengumpulkan berbagai macam bahan bacaan.
Dari sini masyarakat diharapkan akan memahami bacaan yang dibacanya.
"Setelah memiliki kemampuan untuk memahami, diharapkan ada tingkat literasi yang berikutnya yaitu mampu menyampaikan gagasan yang inovatif dan solutif," tambahnya.
Dalam kerjasama ini, pihak terkait memiliki peran masing-masing seperti kontributor sedekah konten dari Unsiq, PGRI, HIMPAUDI, UM, dan IPI.
Sementara penebar pendakwah konten dalam hal ini Disdikpora, Kemenag, media, TPPK yang akan menyebarkan konten ke siswa ataupun khalayak luas.
Sementara itu, Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar mengaku mendukung adanya inovasi ini.
Menurutnya, pembangunan literasi masyarakat menjadi salah satu fokus pemerintah Wonosobo.
Hal ini dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang akan diikuti dampak terhadap penurunan kemiskinan, pertumbuhan penduduk, pemberdayaan masyarakat, hingga keberhasilan pembangunan berkelanjutan.
Baca juga: Bupati Afif Resmikan Program Kampung Iklim di Wonosobo, Upaya Mitigasi Perubahan Iklim
"Urgensi memasyarakatkan budaya literasi semakin mendesak, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, sebagai pondasi pembangunan di segala sektor," ujarnya.
Wabup Albar menginginkan konten yang dibuat nantinya merupakan konten bermutu dan menarik yang dikonsumsi oleh masyarakat sehingga mampu meningkatkan angka Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat hingga diatas rata-rata capaian Provinsi Jawa Tengah.
"Saya harap kehadiran Rumah Multikolaborasi Digital mampu meningkatkan kemampuan literasi masyarakat secara signifikan, sehingga mampu mendukung terlaksananya tahun percepatan capaian pembangunan," tandasnya. (ima)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Kegiatan-Sosialisasi-Launching-dan-Penandatanganan-Naskah-Kerjasama-Rumah-Multikolaborasi.jpg)