Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

kkn udinus

Sate Ambal Pak Kasman, Kuliner Legendaris Kebumen

Kebumen adalah ibukota Kabupaten Kebumen yang menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian Kabupaten Kebumen.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
IST
Sate Ambal Pak Kasman, Kuliner Legendaris Kebumen 

Penulis: Rachmadhani Caesar, Semester : 2, Fakultas : Ilmu Komputer, Universitas : Dian Nuswantoro

TRIBUNJATENG.COM - Kebumen adalah ibukota Kabupaten Kebumen yang menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian Kabupaten Kebumen.

Luas wilayahnya sekitar 47,72 km2 dan terdiri atas 24 desa, 5 kelurahan, 138 RW, dan 554 RT.

Wilayahnya yang didominasi oleh pantai, persawahan, dan bukit luas menjadikan banyak penduduknya yang mencari nafkah dengan menjadi nelayan, petani, dan peternak.

Populasi hewan ternak di Kebumen bisa dibilang cukup banyak, di antaranya adalah ayam.

Hal ini yang kemudian menjadikan makanan dengan olahan ayam banyak bermunculan untuk dijual di Kebumen, sate misalnya. Sate ambal, penggemar sate mungkin udah nggak asing lagi sama sate yang satu ini.

Sesuai dengan namanya, sate ambal berasal dari Desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal, Kebumen.

Sekilas sate ini mungkin memang terlihat sama seperti sate-sate pada umumnya, tetapi sate ambal jauh lebih lezat.

Yang membedakan sate ambal dengan sate lainnya adalah pada bumbu yang digunakan untuk pelengkap sate ini.

Bumbu sate ambal terbuat dari tempe yang direbus, kemudian dihaluskan dan dicampur dengan bawang merah, bawang putih dan cabai sehingga menjadi bumbu seperti bumbu kacang.

Dengan bahan-bahan rahasia itulah yang kemudian menjadikan rasa sate ambal menjadi lebih gurih.

Salah satu sate ambal yang ikonik di Kebumen, yaitu sate ambal Pak Kasman. Beliau berjualan sate ambal sejak 30 tahun yang silam, tepatnya sejak tahun 1963.

Oleh karenanya bisa dibilang Pak Kasman merupakan pelopor sate ambal di pesisir Kebumen.

Meskipun demikian, Pak Kasman belajar dan menadapatkan resep warisan dari Ayah dan kakeknya, yaitu Sabar dan Sakimin yang disebut sebagai tokoh dibalik terciptanya sate ambal.

Pada awalnya, sang ayah dan kakek menjajakan dagangannya dengan cara dipikul berkeliling daerah sekitar sejak akhir 1890-an, panas hujan mereka terjang demi memperkenalkan sate ambal kepada masyarakat luas.

Baru kemudian pada tahun 1963 keluarga mereka mampu untuk mendirikan warung dan mulai berjualan tetap, sehingga kalian yang ingin menikmati enaknya sate ambal bisa berkunjung kapanpun dengan nyaman.

Sore itu cuacanya cukup mendung tetapi langit tidak menunjukkan tanda-tanda akan turun hujan, maka saya berkendara menuju Ambal dari rumah Nenek saya yang terletak di Petanahan dengan jarak sekitar 16 kilometer menggunakan mobil.

Memerlukan waktu setidaknya 23 menit untuk sampai di Kecamatan Ambal.

Langit sore hari itu terlihat sangat cantik karena memang matahari sebentar lagi akan terbenam, tetapi tak berapa lama kemudian hujan turun dengan sangat deras membuat langit kembali ditutupi oleh awan gelap.

Menurut saya, waktu itu adalah waktu yang tepat untuk makan sate. Karena sensasi dari sate yang baru di bakar akan menghangatkan tubuh saya dan menjadikan suasana tidak lagi dingin.

Terhitung setelah kurang lebih 60 tahun menjalankan bisnis, Sate Ambal Pak Kasman akhirnya berhasil punya beberapa cabang.

Cabang yang saya datangi adalah lokasi pertamakali mereka berjualan dengan warung tetap, yaitu di Jalan Daendels, Ambalresmi.

Tempatnya berupa bangunan rumah sederhana yang cukup luas dan dapat menampung sekitar 70 pengunjung dan pengunjung bisa memilih untuk duduk di kursi atau lesehan.

Tempat pembakaran sate diletakkan di paling depan, dibelakangnya terdapat pula sebuah etalase yang berfungsi sebagai tempat menyimpan piring, bumbu kacang, serta ketupat yang biasanya dinikmati bersama dengan sate ambal.

Saya memilih untuk memesan satu porsi berisi 10 tusuk lengkap dengan ketupat.

Perlu saya akui, saat pertama kali saya menggigit daging ayam ini tiba-tiba timbul perasaan senang di dalam hati saya karena daging ayam yang saya gigit tidak alot sama sekali.

Ternyata mereka menggunakan daging ayam betina yang banyak gajihnya untuk menjaga cita rasa dari sate ambal itu sendiri.

Daging ayam yang akan dibakar ini juga dibumbui dengan campuran bawang putih,  bawang merah, ketumbar, merica, kemiri, kunyit, pala dan jahe yang sudah dihaluskan.

Kemudian dagingnya dibiarkan selama kurang lebih 2 jam supaya bumbunya meresap. Resapan ini lah yang membuat daging ayamnya menjadi lebih empuk setelah di bakar.

Saking ramainya sate ambal Pak Kasman ini, kalian harus sabar jika ingin mencobanya.

Saat itu saya membutuhkan waktu 25 menit sampai pesanan saya di antar ke meja.

Sate ayam yang saya pesan disajikan dengan menggunakann piring yang dilapisi kertas coklat, dengan bumbu yang disajikan terpisah di sebuah mangkuk.

Setelah saya tanya kenapa, ternyata alasan dari

bumbu yang dipisah ini adalah supaya bumbunya dapat disesuaikan dengan selera masing-masing pelanggan.

Karena selain didominasi oleh tempe, bumbu sate ambal juga didominasi oleh gula Jawa dan kecap yang manisnya nggak bisa di raguin.

Jadi untuk kalian yang memang tidak terlalu suka dengan rasa yang terlalu manis, jangan menuang bumbunya terlalu banyak ya karena memang akan terasa sangat manis.

Tusuk sate yang digunakan juga bukan tusuk sate sembarangan lho! Mereka menggunakan sodo atau lidi daun kelapa.

Hal ini karena masyarakat setempat percaya jika sodo bisa menambah aroma dan cita rasa dari sate ambal itu sendiri.

Itu lah kenapa sejak pertamakali saya menginjakkan kaki di warung ini, bau harum selalu tercium di indra penciuman saya sampai-sampai membuat saya ingin menambah porsi sate.

Soal harga, kalian nggak perlu khawatir akan mahal! Karena sejak tahun 2020 saat saya pertamakali mampir ke sini, harga sate ambal-nya tetap sama, yaitu hanya dengan Rp18.000 dan semua pengunjungnya sudah bisa menikmati kelezatan si sate ambal yang berisi 10 tusuk ini.

Kurang dengan 10 tusuk? Sate 20 tusuk kalau begitu, hanya dengan Rp 35.000 saja dan kalian bisa makan sate ambal sampai kenyang.

Yang membedakan memang hanya saat hari libur (terutama lebaran), harganya bisa naik menjadi Rp 22.500 untuk 10 tusuk dan Rp 45.000 untuk 20 tusuk karena banyaknya peminat, terutama pelancong dari luar kota.

Tentu terdapat pula menu lain di Sate Ambal Pak Kasman buat kalian yang tidak terlalu cocok dengan sate ambal, seperti sup ayam yang dipatok dengan harga Rp 17.000-Rp 20.000 dan sate kambing berkisar Rp 30.000 sampai Rp 35.000, tetapi tentunya harga di atas juga akan disesuaikan di saat hari libur/hari Raya karena banyaknya peminat, ya.

Karena harganya yang tergolong cukup murah untuk sebuah restoran yang sudah terkenal, maka sate ambal Pak Kasman tidak pernah sepi pengunjung.

Setiap harinya mereka menyiapkan daging dan bahan-bahan lain yang akan digunakan sejak pagi, bahkan beberapa bahan disiapkan sejak malamnya.

Hal ini dikarenakan sate Ambal Pak Kasman buka pukul 7 pagi hingga 11 malam dan siap menerima pesanan untuk jumlah banyak.

Maka jika kalian ingin menghadirkan sate ambal di acara-acara penting kalian, cukup hubungi 081390028657 (cabang Pak Alip) dan 082225195190 (cabang Bu Klendet) untuk pemesanannya.

Kalian juga bisa mendapat info seputar Sate Ambal Pak Kasman lewat laman Instagram resmi mereka di @sateambal.h.kasman. (*) 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved