Berita Nasional
ASEAN Tegaskan Tidak Jadi Pion Negara Lain dan Bertekad Jaga Perdamaian Kawasan
Negara anggota ASEAN bertekad menjaga perdamaian kawasan dan stabilitas regional serta mempertahankan keutuhan ASEAN serta menghindari menjadi pion ne
Selama pertemuan tersebut, pejabat dari negara-negara ASEAN mengatakan tidak punya niat untuk memihak, tetap menegaskan sentralitas ASEAN. Komunike bersama AMM juga menekankan prinsip non-blok.
Jokowi memperingatkan bahwa ASEAN tidak bisa menjadi medan persaingan, atau perwakilan dari negara mana pun, dan hukum internasional harus tetap dihormati. ASEAN berkomitmen untuk memperkuat kesatuan, soliditas, serta sentralitas guna menjaga perdamaian dan stabilitas regional.
Retno Marsudi menekankan ASEAN tidak boleh menjadi medan pertempuran. Selain sebagai kontributor pertumbuhan ekonomi, negara-negara ASEAN juga harus menjadi kontributor perdamaian, katanya.
Penempatan militer AS di wilayah ASEAN dan kebijakan "minilateralisme" nya menantang sentralitas ASEAN, kata Veronika Saraswati, seorang fellow di Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia. Menurutnya, niat negara-negara Barat bukanlah untuk menjaga stabilitas ASEAN tetapi untuk memecah belahnya. ASEAN harus mengurangi ketergantungannya pada Barat di bidang pertahanan dan politik.
Dalam artikel yang baru-baru ini dipublikasikan, Lili Yan Ing menulis bahwa mendorong negara-negara ASEAN untuk melepaskan diri dari China adalah tidak adil dan dangkal, karena hal tersebut akan merusak perdagangan dan pengembangan ekonomi dalam blok tersebut, memicu ketidakstabilan politik di seluruh wilayah.
Kemajuan Kerja Sama ASEAN - China
Tahun ini merupakan peringatan 20 tahun China menjadi anggota Traktat Persahabatan dan Kerjasama ASEAN (TAC). China dan ASEAN telah secara aktif menerapkan tujuan dan prinsip-prinsip traktat tersebut, serta memperluas kerjasama yang saling menguntungkan di semua bidang, berjalan di jalur yang benar untuk membentuk hubungan tetangga baik jangka panjang dan mencapai perkembangan dan kemakmuran bersama.
Sebagai tetangga dan mitra, China dan ASEAN telah mencapai hasil yang berarti dalam kerjasama ekonomi dan perdagangan, menjadi mitra perdagangan terbesar satu sama lain.
Nilai perdagangan bilateral mencapai 6,52 triliun RMB (970 miliar dolar AS) pada tahun 2022, meningkat signifikan sebesar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data resmi. China juga merupakan sumber investasi asing terbesar bagi beberapa negara ASEAN, dan investasinya di wilayah tersebut terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Di sisi lain, investasi dari ASEAN ke China juga tetap mengalami momentum positif, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 8,2 persen pada tahun 2022.
Pejabat-pejabat dan para sarjana ASEAN yakin bahwa kemitraan strategis komprehensif ASEAN-China akan terus berkembang dan mencapai kemajuan baru.
Kerjasama China dan ASEAN dalam Inisiatif Sabuk dan Jalan telah memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak, kata Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, berharap China dan ASEAN dapat meningkatkan kepercayaan mutual, dan mendorong stabilitas dan kemakmuran.
Menteri Luar Negeri Vietnam Bui Thanh Son mengatakan bahwa Vietnam akan terus mempromosikan kemitraan strategis komprehensif Vietnam-China, dan Vietnam berharap dapat memperluas ekspor ke China.
Menurut Ong Tee Keat, ketua lembaga pemikir berbasis di Malaysia, Center for New Inclusive Asia dan mantan menteri transportasi Malaysia, China dan ASEAN dapat fokus pada kerjasama dalam bidang ekonomi digital, ekonomi hijau rendah karbon, dan ekonomi samudra biru, dalam upaya untuk bersama-sama mendorong perkembangan ekonomi yang berkelanjutan.
(*)
Sumber: Kompastv
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Negara-anggota-ASEAN-bertekad-menjaga-perdamaian-kawasan-dan-stabilitas-region.jpg)