Puisi Tempramen WS Rendra
TRIBUNJATENG.COM - Puisi Tempramen WS Rendra:
Tempramen
Batu kali
ditimpa terik matahari.
Betapa panasnya!
Ketika malam kembali membenam
kali pun tenteram.
Bulannya sejuk
dan air bernyanyi
tiada henti.
Jika kita marah
pada kekasih
selamanya.