Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Demak

Ketua DPRD Demak Ingin Santri Demak Melek Politik

Berbicara tentang politik tak pernah lepas dari segala urusan tentang partai, presiden, pemilihan umum dan lain sebagainya yang berhubungan

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG/TITO ISNA UTAMA
KETUA DPRD DEMAK - Ketua DPRD Demak, Fahrudin Bisri Slamet saat menjadi narasumber kegiatan pendidikan politik dan wawasan kebangsaan di Pondok Pesantren Almukaromah Desa Gemulak Kecamatan Sayung. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Berbicara tentang politik tak pernah lepas dari segala urusan tentang partai, presiden, pemilihan umum dan lain sebagainya yang berhubungan dengan pemerintahan.

Padahal dalam kehidupan bermasyarakat, di lingkup kecil seperti keluarga, lingkungan sekolah maupun di pondok pesantren, selalu ada yang namanya unsur politik didalamnya.

Demikian yang disampaikan Ketua DPRD Demak, Fahrudin Bisri Slamet saat menjadi narasumber kegiatan pendidikan politik dan wawasan kebangsaan di Pondok Pesantren Almukaromah Desa Gemulak Kecamatan Sayung, dalam waktu dekat ini.

Dia ingin para santri pondok pesantren bisa mengenal politik, lantaran politik memiliki peran penting untuk membangun bangsa yang lebih baik.

“Adik-adik mestinya mengenal kata politik. Politik itu siasat atau cara untuk mencapai tujuan kita. Jadi ada yang anti berpolitik, itu salah,” kata Ketua DPRD Demak Fahrudin Bisri Slamet kepada Tribunjateng, Sabtu (29/7/2023).

Menurut FBS sapaan akrabnya, adanya politik juga bisa membantu proses pemerintahan agar bisa mengatur suatu tatanan untuk menjadi lebih baik serta tepat dalam mengambil kebijakan. 

“Ketika tidak tahu politik, ada kenaikan harga barang tahunya hanya menggerutu dan menyalahkan pemerintah. Nah, dengan politik maka muncul kebijakan operasi pasar,” ujar FBS. 

Dalam kesempatan itu, FBS mengajak para santri putra dan putri Ponpes Almukaromah yang telah memiliki hak pilih agar menyalurkan hak politiknya pada Pemilu yang digelar 24 Februari 2024. 

“Kalau pengen jadi kyai, harus mondok dulu, itu politik. Bagaimana caranya menjadi kyai ya harus belajar dulu di pondok pesantren,” tambahnya.

Selain itu, FBS juga mengingatkan para santri asuhan Kyai Muslihin itu, agar senantiasa menumbuhkan rasa kasih sayang kepada sesama, tidak melakukan kekerasan dan bullying serta menjunjung toleransi dan menghormati segala perbedaan.

Disisi lain, Sekretaris Kesbangpol Demak Anang Ruhiat dalam sambutannya mengajak para santri agar terus menumbuhkan wawasan kebangsaan yakni bagaimana pandangan kita sebagai bangsa Indonesia mengenai identitas dan tanah airnya, dengan prinsip utama persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat

“Kami ini negara kepulauan, karena itu diperlukan wawasan kebangsaan, agar lebih mengenal bangsa kita sendiri. Mari kita tumbuhkan rasa cinta kepada bangsa dan negara,” kata Anang.   

Melalui wawasan kebangsaan, sambung Anang, dapat menumbuhkan rasa dan semangat cinta tanah air, menumbuhkan karakter yang beriman, bertaqwa, jujur dan berintegritas, disiplin, santun dan beretika. 

“Di pesantren pasti diajarkan etika dan sopan santun. Jangan sampai disini ada kekerasan dan bullying. Saya yakin di ponpes ini tidak ada itu,” ujar Anang. (Ito)

Baca juga: Kapolresta Pati Safari Venue Porprov Jateng 2023, Pastikan Kesiapan dan Keamanan

Baca juga: Video Viral TKW Arab Saudi, Aas Binti Sajam, Minta Bantuan Jokowi untuk Dipulangkan ke Indonesia

Baca juga: Ratusan Emak-Emak Senam Bareng di Event Gebyar Dangdut Ambyar Pati

Baca juga: Kesbangpol Semarang Mendorong LDII untuk Selalu Menjalin Komunikasi yang Baik Antar Umat Beragama

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved