Sabtu, 9 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pemuda Wonosobo Babak Belur

BREAKING NEWS: Pemuda Wonosobo Babak Belur Dihajar 3 Pria, Dirangkul Masuk Mobil, Rekaman CCTV Viral

Nasib nahas dialami Agung Tri Wibowo (27) warga Desa Gondang, Kecamatan Watumalang, Wonosobo babak belur diamuk 3 pemuda

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Imah Masitoh | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Imah Masitoh
Sulasih ibu kandung korban saat memperlihatkan foto kondisi anaknya yang terluka akibat kejadian penganiayaan, Senin (7/8/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Nasib nahas dialami Agung Tri Wibowo (27) warga Desa Gondang, Kecamatan Watumalang, Wonosobo babak belur diamuk 3 pemuda.

Kejadian penganiayaan terjadi di rumahnya Desa Gondang, Watumalang, dan salah satu cafe di Wonosobo.

Penganiayaan yang menimpa korban terekam kamera CCTV dan ramai beredar di sosial media. 

Dalam kamera CCTV, 3 pemuda mendatangi rumah korban dan menggedor pintu rumah. 

Baca juga: Anak Wakil Bupati Ditangkap Diduga Edarkan Narkoba, Barang Bukti 2 Kg, Ini Komentar Sedih Ayahnya

Baca juga: Jelang Hadapi PSIS Semarang, Pelatih Arema FC Joko Susilo Sebut Pemainnya Masih Punya Motivasi

Setelah beberapa saat korban keluar dan salah satu pelaku merangkul korban membawanya ke dalam mobil bersama dua pelaku lainnya.

Sementara CCTV di TKP sebuah cafe di Wonosobo memperlihatkan korban dikeluarkan dari mobil pelaku dan beberapa kali mendapat tindakan kekerasan dari pelaku.

Tangkapan layar rekaman CCTV yang beredar di sosial media memperlihatkan tiga pemuda menjemput korban di rumahnya dan melakukan penganiayaan.
Tangkapan layar rekaman CCTV yang beredar di sosial media memperlihatkan tiga pemuda menjemput korban di rumahnya dan melakukan penganiayaan. (TribunJateng.com/Imah Masitoh)

Berdasarkan keterangan ibu korban, Sulasih mengatakan, kejadian penganiayaan yang dialami anaknya terjadi pada Senin 31 Juli 2023 lalu.

Akibat kejadian yang menimpa anaknya dilarikan ke rumah sakit dan mengalami luka-luka cukup parah dan trauma.

"Kondisinya sekarang belum bisa apa-apa. Belum bisa ngucap, masih pusing, gigi depan rompol, dan hidung terluka. Saat ini masih rawat jalan besok dibawa ke rumah sakit Orthopaedi Purwokerto," jelasnya, Senin (7/8/2023). 

Sulasih menyebut, kejadian ini akibat dari masalah jual beli yang dilakukannya dengan seorang laki-laki berinisial R asal Bantul, DIY.

Namun berjalannya waktu, transaksi pembayaran jual beli 4 unit mobil milik Sulasih kepada R tidak berjalan sesuai keinginan.

"Awal permasalahan, saya jual mobil ke R, 4 unit mobil seharga satu miliar delapan ratus sembilan puluh, saya baru dikasih transferan lima ratus tiga puluh.

BPKB sudah diserahkan. Sisa uang pembayaran sampai sekarang belum dikasih, dan ada juga transferan uang Rp 100 juta itu tidak masuk ke rekening saya," jelasnya.

Sulasih ibu kandung korban saat memperlihatkan foto kondisi anaknya yang terluka akibat kejadian penganiayaan, Senin (7/8/2023).
Sulasih ibu kandung korban saat memperlihatkan foto kondisi anaknya yang terluka akibat kejadian penganiayaan, Senin (7/8/2023). (TribunJateng.com/Imah Masitoh)

Selang beberapa hari setelah Sulasih berkomunikasi dengan R mengenai permasalahannya, R mendatangi rumahnya namun, Sulasih tidak mau menemui karena sudah larut malam.
 
Namun tidak disangka, R yang diduga menyuruh anak buahnya menemui anaknya hingga terjadi penganiayaan.

"Anak saya ngga tahu sama sekali permasalahan saya dengan R. Tapi malah langsung dibawa ke mobil diamuk di dalam mobil sampai di cafe," terangnya.

Dengan didampingi kuasa hukumnya, Sulasih sudah melaporkan kejadian ini ke Polres Wonosobo dan sedang ditangani. Satu pelaku sudah diamankan, sementara lainnya masih dilakukan pengejaran. (ima)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved