MotoGP
Dilema Johann Zarco Antara Bertahan di Ducati atau Pindah ke LCR Honda
Johann Zarco, pembalap papan atas MotoGP, saat ini berada dalam situasi sulit di mana dia harus memilih
TRIBUNJATENG.COM - Johann Zarco, pembalap papan atas MotoGP, saat ini berada dalam situasi sulit di mana dia harus memilih antara menerima tawaran dari Honda atau bertahan di tim Prima Pramac meskipun posisinya sedang tergoyahkan.
Keputusan ini akan menentukan arah karirnya di kompetisi balap motor tertinggi ini.
Zarco akan segera mengambil keputusan terkait masa depannya, seiring berakhirnya kontraknya dengan Ducati pada akhir musim ini.
Meskipun berada di tim satelit, Zarco memiliki kontrak langsung dengan Ducati, meskipun durasinya hanya satu tahun.
Kontrak pendek ini menempatkan Zarco dalam tekanan konstan karena performanya akan terus dinilai.
Persaingan di tim Borgo Panigale semakin ketat dengan hadirnya pembalap kuat lainnya, terutama Marco Bezzecchi dari tim Mooney VR46.
Bezzecchi, yang telah meraih dua kemenangan musim ini, dijanjikan dukungan lebih lanjut dari Ducati, termasuk motor pabrikan, dengan syarat harus pindah ke tim Prima Pramac.
Tawaran ini menjadi peringatan bagi Zarco, mengingat posisinya tidak lebih aman dari rekan setimnya, Jorge Martin, yang masih terikat kontrak dengan Ducati hingga 2024.
Rumor juga telah muncul bahwa Ducati mungkin ingin memindahkan Zarco ke ajang WorldSBK yang mereka dominasi.
Sementara itu, Zarco juga memiliki opsi untuk pindah ke LCR Honda, tim lain di MotoGP. LCR Honda telah mendekati Zarco untuk mengisi kursi yang ditinggalkan oleh Alex Rins ke Monster Energy Yamaha.
Honda menginginkan sosok berpengalaman seperti Zarco untuk membantu mengatasi krisis performa motor mereka.
Dengan pengalaman berkompetisi di berbagai tim dan pabrikan, termasuk Ducati, Suzuki, Yamaha, KTM, dan Honda, Zarco memiliki wawasan yang luas dalam dunia balap.
Namun, Zarco menyatakan bahwa meskipun Honda menginginkannya, performa Ducati yang kuat dan motor yang hebat juga menjadi pertimbangan penting dalam keputusannya.
Ducati menjadi tolok ukur dalam dunia MotoGP, tetapi Honda sedang berjuang untuk bangkit dari keterpurukan.
Walau tawaran Honda menjanjikan kontrak dua tahun dengan gaji dua kali lipat, Zarco harus bersiap menghadapi tantangan dalam membantu Honda mengembalikan performa mereka.
Keputusan Zarco masih belum final, dan saat ini dia berada dalam fase pertimbangan. Pilihan ini akan berpengaruh besar pada arah karirnya di MotoGP.
Saat Zarco berada di ambang keputusan, semua mata tertuju pada pergerakannya dan pengumuman resmi yang akan datang dalam waktu dekat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Marc-Marquez-Repsol-Honda-dan-Johann-Zarco-Prima-Pramac-Racing-pad.jpg)