Pendidikan
Empat Mahasiswa UPGRIS Ini Terpilih Ikuti Magang di BRIN
Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Dr. Sri Suciati, M.Hum melepas empat mahasiswanya yang terpilih mengikuti magang di BRIN
Penulis: amanda rizqyana | Editor: Muhammad Olies
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Dr. Sri Suciati, M.Hum melepas empat mahasiswanya yang terpilih mengikuti magang di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Menurutnya, melalui pemagangan ini, mahasiswa UPGRIS akan praktik secara langsung bagaimana riset dan kerja-kerja penelitian.
Melalui cara magang ini mahasiswa juga akan didekatkan pada relasi dan gambaran dunia kerja.
"Mahasiswa harus mempersiapkan diri, baik dari segi akademik maupun relasi. Dari segi akademik, mahasiswa dapat memulainya dari riset penelitian dan magang di tempat-tempat yang kompeten,” ujarnya di Gedung Pusat UPGRIS, Jalan Sidodadi Timur Kota Semarang pada Jumat (25/8/2023).
Baca juga: UPGRIS Perluas Relasi Dunia Kerja Bagi Mahasiswa dan Lulusan, Optimalkan Pusat Karier dan Magang LPP
Baca juga: Heboh Kemunculan Ikan Oarfish Raksasa, Pertanda Gempa Besar? Ini Penjelasan BMKG, BRIN & IPB
Baca juga: Viral Masyarakat Diminta Tak Keluar Karena Fenomena Solstis 21 Desember, BRIN Beri Penjelasan
Empat mahasiswa UPGRIS terpilih mengikuti magang di BRIN tersebut adalah Mohamad Thoyful Gufron dari Program Studi (Prodi) Teknik Mesin angkatan 2020, Azriel Dafa Muhammad dari Prodi Teknologi Pangan angkatan 2023, Sulistia dari Prodi Pendidikan Fisika angkatan 2020, dan Farah Zahrina Jasmine Afra dari Prodi Teknologi Pangan angkatan 2022.
Mereka merupakan bagian dari 638 mahasiswa seluruh Indonesia yang mengikuti proyek magang di BRIN.
Mereka akan mengikuti magang selama enam bulan di dua tempat yang berbeda, yaitu Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong dan Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Ir. Soekarno Cibinong, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Peserta magang, Sulistia mengaku, ia berharap dari magang tersebut akan mendapatkan pengalaman serta penguasaan atas penulisan karya ilmiah.
“Saya ingin melakukan riset yang luarannya bisa dipublikasikan ke Jurnal Sinta 3,” ungkapnya.
Sementara itu Gufron mengungkapkan alasannya mengikuti magang adalah untuk mendapat jaringan pekerjaan.
“Saya ingin mencari koneksi yang luas, agar setelah lulus bisa langsung dapat kerja,” tegasnya. (arh)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/dddddddddddddddollldaasd.jpg)