Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Opsi Subsidi Pertamax Potensial Hapus Pertalite

jika BBM jenis Pertamax disubsidi, maka opsi BBM yang disubsidi lainnya seperti Pertalite akan dihapus.

Editor: Vito
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Dua orang wanita sedang menunggu pengisian BBM Pertamax oleh seorang petugas di SPBU Bogorame, Demak, Minggu (8/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka opsi mengalirkan subsidi ke Pertamax (RON 92) untuk meningkatkan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) beroktan lebih tinggi dan rendah emisi.

Seperti diketahui, saat ini subsidi energi masih mengalir pada Pertalite (RON 90) sebagai Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP).

Menurut sejumlah pihak, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), satu sumber polusi udara di Jakarta berasal dari sektor transportasi yang menggunakan bahan bakar beremisi tinggi.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro menilai, jika BBM jenis Pertamax disubsidi, maka opsi BBM yang disubsidi lainnya seperti Pertalite akan dihapus. Sehingga, kemungkinan masyarakat beralih ke Pertamax akan sangat besar.

“Harapannya seperti itu (Pertalite dihapus-Red), jadi mau tidak mau pasti akan pindah sebagian besar ke sana (Pertamax). Karena subsidi ini digulirkan kan dalam rangka menghapus RON 90. Jadi kalau RON 90 tetap ada, untuk apa kemudian memberikan subsidi ke RON 92,” tukasnya.

Adapun, peneliti Institute for Energy Economics and Financial Analysis, Putra Adhiguna justru meragukan apakah tujuan penggeseran subsidi tersebut demi mengurangi emisi.

Sebab, mekanisme dasar seperti standar penghematan BBM yang banyak diterapkan negara lain saja tidak diadopsi oleh pemerintah.

Ia berpendapat, mendorong penggunaan BBM dengan oktan tinggi seperti Pertamax memang baik. Namun, subsidi hanya diberikan untuk kalangan yang tidak mampu.

Artinya harus diperjelas pemberian subsidi tersebut akan diberikan dan ditargetkan untuk masyarakat pada golongan mana.

“Terlebih bila tidak dibarengi dengan usaha lain untuk menekan penggunaan BBM, baik distribusi Pertalite yang tepat sasaran, maupun perbaikan fuel economy kendaraan. Jangan hanya fokus memindahkan masalah subsidi, tapi beranikan untuk masuk dari sisi regulasi kendaraan juga,” paparnya, kepada Kontan.co.id, Jumat (25/8).

Putra juga menduga, bisa saja rencana membuka opsi mengalirkan subsidi ke Pertamax ini merupakan cara ‘sembuyi’ dari pemerintah untuk menggantikan BBM yang disubsidi dari semula Pertalite menjadi Pertamax.

“Kita pernah melihat cara seperti ini sewaktu Pertalite digulirkan sebagai 'jalan tengah' antara Premium dan Pertamax. Pertanyaan berikutnya tentu akan menjadi, bagaimana hitungannya, dan apa rencana paralel lain yang pemerintah tengah rencanakan? Secara konsumsi, Pertalite jauh lebih besar, jadi hitungannya akan penting seperti apa,” tukasnya. (Kontan.co.id/Siti Masitoh)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved