Muhadjir Senang Tapi Kaget Namanya Masuk Bursa Cawapres Prabowo
Muhadjir Effendy mengaku senang namanya masuk bursa bakal cawapres PAN.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy mengaku senang namanya masuk bursa bakal calon wakil presiden (cawapres) Partai Amanat Nasional (PAN). Namun, ia enggan untuk gede rasa (geer) atas apresiasi tersebut.
"Kalau ada yang memberikan apresiasi dan mengusulkan dengan senang hati. Tentu saja itu hal yang baik. Kalau saya secara pribadi ya senang diapresiasikan, apalagi yang mengapresiasi Ketua Umum PAN (Zulkifli Hasan-Red) yang secara historis kesejarahan memang ada kaitan dengan Muhammadiyah, walaupun secara organisatoris, Muhammadiyah tetap independen," katanya, dalam diskusi Total Politik, Minggu (27/8).
"Dan posisi saya sekarang kan masih Menko, dan saya betul-betul tegak lurus saja menyelesaikan tugas-tugas yang memang sudah diamanatkan kepada saya oleh Pak Presiden," sambungnya.
Muhadjir kemudian menyinggung soal dirinya juga pernah disebut masuk bursa cawapres PDI Perjuangan. "Salah satu Ketua PDIP juga sudah menyebut, pernah menyebut saya juga kan. Saya senang juga, tapi nggak usah kemudian geer begitu," ujarnya.
Ia pun mengaku kaget namanya masuk bursa bakal cawapres Prabowo Subianto. Muhadjir menuturkan, tidak ada pembicaraan dirinya dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan terkait dengan hal itu.
"Sejujurnya saya nggak pernah diajak bicara dengan Pak Zul tentang itu. Saya juga kaget juga ketika nama saya disebut. Tidak ada pembicaraan, mungkin spontan saja Pak Zul," ucapnya.
Ia berujar, hal itu merupakan urusan Ketua Umum PAN tersebut. Muhadjir menegaskan bahwa saat ini dirinya tak lebih dari seorang pegawai negeri sipil (PNS) sekaligus menteri pembantu Presiden Joko Widodo.
"Itu urusannya pak menteri, pak ketua umum (PAN). Karena saya PNS, saya Menko PMK membantu pak presiden. Dan saya juga masih pengurus Muhammadiyah, Muhammadiyah itu nggak boleh menjadi bagian dari partai politik," tandasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut Menko PMK Muhadjir Effendy masuk dalam bursa bakal cawapres Prabowo di pilpres 2024. menurut dia, Muhadjir menjadi satu figur yang berasal dari luar partai politik Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). "Ada, Pak Muhadjir ya," tuturnya, Sabtu (26/8).
Ia menuturkan, pengumuman cawapres Prabowo nantinya akan dilakukan pada momentum yang tepat. Nantinya, parpol yang tergabung di KKIR akan membahas perihal cawapres Prabowo.
"Saya kira pada momentum yang tepat, pada saatnya berembuk akan ketemu jalannya yang disepakati, seperti koalisi Golkar, PAN, Gerindra, PKB. Gerindra kan lama, setahun (koalisi dengan PKB-Red), tapi dalam 2 hari kan momentumnya tepat kan (bertambah Golkar dan PAN-Red)," jelasnya.
Namun, Zulhas masih enggan merinci perihal waktu pengumuman cawapres Prabowo. Pasalnya, pendaftaran pasangan capres dan cawapres pun masih lama.
"Kan Belanda masih jauh, pendaftarannya November kan. (Tadinya-Red) Oktober, akhirnya November. Ya mungkin (last minute pengumuman cawapres-Red), walaupun nggak akhir-akhir, ya dekat-dekat lah," bebernya. (Tribunnews/Rahmat Fajar Nugraha/Fahmi Ramadhan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/menteri-pendidikan-muhadjir-effendi_20160809_192029.jpg)