Puisi
Puisi Ulat Oka Rusmini
Puisi Ulat Oka Rusmini: ULAT 14/5/1995 Sebuah pintu kubuka dengan darah. Impian-impian pun pecah
Penulis: Awaliyah P | Editor: galih permadi
Puisi Ulat Oka Rusmini
TRIBUNJATENG.COM - Puisi Ulat Oka Rusmini:
ULAT
14/5/1995
Sebuah pintu kubuka dengan darah. Impian-impian pun pecah
dalam genggaman tangan, berharap sepotong daging akan
menambal lubang yang rajin dicangkul perempuan yang dulu
pernah memintaku jadi anaknya. Sebuah pintu kubuka dengan
luka. “Jangan mendekat. Bara tanganku akan membakarmu.”
Tapi aku tak punya sungai tak punya laut. Sajak-sajak kumuntah-
kan pada seorang perempuan. Sebuah pintu kututup. Mata laki-
laki itu datang padaku. Berpuluh tahun ia menyembunyikan
rahasia kami.
Kaumiliki permainan itu. Jangan mendekat. Perahu layar. Laut
yang kuuntai. Huruf-huruf yang kusebar di pejam matamu.”
Sebuah jendela kubuka. Penuh belatung, bangkai manusia,
sepotong kepala anjing. Lendir perempuan.
1999
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/oka-rusmini.jpg)