Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Demokrat Masih Kesulitan Tentukan Arah Koalisi

Komunikasi terus dijalin baik dengan koalisi pendukung Ganjar maupun Prabowo, untuk lebih memastikan akan ke mana Partai Demokrat bergabung.

Editor: Vito
Istimewa
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menyampaikan pidato politik di hadapan ribuan kader di lapangan tenis indoor, Senayan, Jakarta, Selasa (14/3/2023) - ist 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Partai Demokrat mengakui membentuk poros koalisi baru menghadapi pemilihan presiden (pilpres) 2024 adalah hal yang tidak mudah alias sulit.

Hal itu disampaikan Ketua Badan Pembina Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi (BPOPKK) Partai Demokrat, Herman Khaeron.

"Kalau membentuk poros baru dan sebagainya, memang dalam ranah politik tentu serba mungkin, tetapi persoalannya adalah butuh waktu, butuh kesamaan platform, dan ini tidak mudah," katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/9).

Seperti diketahui, hingga kini Partai Demokrat belum menentukan sikap terkait dengan arah koalisi setelah keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP). Pilihannya, kini bergabung dengan poros koalisi pendukung Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto.

"Komunikasi terus dijalin baik dengan koalisinya Pak Ganjar maupun dengan koalisinya Pak Prabowo. Ini dalam rangka tentu juga untuk lebih memastikan akan ke koalisi mana Partai Demokrat nanti untuk bergabung," bebernya.

Herman menuturkan, kedua poros koalisi itu memiliki kepastian, karena poros pendukung Ganjar maupun Prabowo sudah memenuhi presidential threshold. Sebab itu, Demokrat terus menjalin komunikasi dengan dua poros koalisi tersebut.

"Karena yang terpenting adalah membuka pintu. Kalau baik itu Pak Ganjar maupun Pak Prabowo buka pintu kan enak, kami tinggal membicarakan hal-hal yang lebih teknis dan tentu memudahkan untuk Majelis Tinggi Partai yang dipimpin langsung oleh Pak SBY sebagai Ketua Majelis Tnggi Partai Demokrat bisa memutuskan ke mana arah koalisi," paparnya.

Adapun, Partai Amanat Nasional (PAN) berharap Partai Demokrat bisa bergabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan mendukung Prabowo Subianto sebagai capres di pilpres 2024.

"Sebab apa, pernah ada jejak sejarah PAN, Gerindra, Partai Demokrat pernah bergabung di pemilu presiden beberapa pemilu yang lalu kan," kata Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, di Kantor DPP PAN, Jakarta, Selasa (12/9).

Jika Demokrat bergabung, ia yakin hal itu bakal menambah kekuatan di basis konstituen dan politik. "Juga akan berpotensi untuk menambah suara di pilpres 2024 dan bisa membuka peluang untuk menang di pemilu presiden 2024," ucapnya.

Viva pun menyatakan, PAN tidak bisa menolak seandainya Partai Demokrat mengajukan Ketua Umum AHY sebagai bakal cawapres Prabowo.

"Tetapi nanti akan dibahas bersama-sama secara musyawarah mufakat kolektif. Pokoknya di KIM itu nyaman, aman, terkendali, penuh dengan rasa kekeluargaan," tandas Viva. (Tribunnews/Chaerul Umam/Reza Deni)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved