Kebakaran TPA Putri Cempo
Pemadaman Kebakaran di TPA Putri Cempo: Helikopter Water Bombing Sukses Kendalikan Api
Pemadaman kebakaran di TPA Putri Cempo menggunakan metode water bombing dengan helikopter Super Puma sukses menahan kobaran api.
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SOLO – Usai pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo dengan menggunakan metode water bombing, kebakaran di lokasi cukup terkondisi.
Metode yang menggunakan helikopter jenis Super Puma itu mengangkut air dari Sungai Bengawan Solo. Sekali terbang bisa membawa air 4.000 liter.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Surakarta, Sutarjo mengatakan setelah disiram sebanyak 80 kali, kebakaran di sisi timur sudah cukup terkondisi.
Baca juga: PJ Gubernur Jateng Pastikan Bantuan Water Booming Sampai ke TPA Putri Cempo Kurang Dari 48 Jam
"Setelah menggunakan metode water bombing 80×, hasil di sebelah timur sudah lumayan terkondisi tetapi besok harus di sasar lagi," kata Sutarjo, Selasa (19/9/2023).
Ia melanjutkan, hal ini dilakukan karena di sisi timur belum semua tersasar. Meski telah menggunakan metode water bombing, ia mengaku anggota Damkar menyelesaikan kebakaran di gundukan bawah sisi timur yang saat ini masih mengeluarkan asap.
Tidak hanya itu, tim Damkar lainnya juga menyelesaikan kebakaran di sisi barat utara, hal ini dikarenakan masih adanya api yang menyala.
Saat dilakukan metode water bombing, Damkar memang memberhentikan kegiatan pemadaman. Namun saat ini damkar kembali melakukan pemadaman di sejumlah titik.
"(Water bombing) Itu memang menyasar ke kebakaran yang sulit dijangkau. Jika itu selesai barangkali nanti ada di titik lain agak sulit ya dijangkau sampai padam," tegasnya
Sutarjo mengaku hingga hari keempat pemadaman TPA Putri Cempo ini, damkar kesusahan memadamkan api di sisi timur.
Hal ini dikarenakan kondisi atau Medan sangat curam, sehingga mobil Damkar tidak bisa menjangkau titik tersebut.
Ia mengaku harus menggunakan selang 200-300 meter untuk menjangkau titik api tersebut. Selain itu juga terdapat kekhawatiran sampah akan longsor.
"Kesulitan sampai saat ini ya pemadaman di sisi timur karena sangat curam. Mobil tidak bisa mendekat, kami harus menggunakan selang 200 sampai 300 meter."
"Selain itu kalau kita naik kita harus ekstra hati-hati karena sangat curam. Kemungkinan kekhawatiran kalau naik bisa longsor," ungkapnya. (uti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pemadaman-api-kebakaran-tpa-putri-cempo-solo-pakai-water-bombing.jpg)