Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Rembuk Tani, Pj Bupati Serap Keluhan Petani Jepara

Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta turun langsung untuk membantu memecahkan permasalahan yang sedang diahadapi para petani di Kota Ukir.

Tayang:
Ist/Dok DISKOMINFO JEPARA
Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta saat menghadiri Rembuk Tani di Kecamatan Keling, Jumat (29/9/2023).   

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA- Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta turun langsung untuk membantu memecahkan permasalahan yang sedang diahadapi para petani di Kota Ukir.

Melalui kegiatan Rembuk Tani, ia menyerap segala aspirasi para petani sekaligus berupaya memberikan solusi. 

Rembuk Tani ini dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Keling, Jumat (29/9/2023).

Edy Supriyanta bertemu sejumlah kelompok tani dan melakukan dialog langsung dengan mereka. 

Hadir mendampingi Dandim 0719/Jepara Letkol Inf Mokhamad Husnur Rofiq, Sekda Jepara Edy Sujatmiko, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara Diyar Susanto, Kepala Diskominfo Arif Darmawan, dan para pejabat terkait.

“Alhamdulilah Kabupaten Jepara selalu swasembada beras. Jepara mengalami surplus beras sebesar 38 ribu ton (2022). Sedangkan untuk tahun ini sampai bulan Agustus sudah tercapai 7 ribu ton beras,” ungkap Edy Supriyanta. 

Baca juga: Perbaiki Pendistribusian Pupuk Bersubsidi, Pemkab Jepara Perbarui Data Kartu Tani

Baca juga: Ketua DPRD Jepara Gus Haiz Minta Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Petani Diperbaiki

Meskipun mengalami surplus beras, Edy Supriyanta mengingatkan agar harga beras tetap stabil di kalangan masyarakat.

Ia tak ingin terjadi lonjakan harga, apalagi jika sampai tidak terkendali. 

Menurutnya, ada sejumlah langkah antisipasi yang bisa dilakukan.

Salah satunya dengan menggelar pasar murah di sejumlah tempat. Jika dilaksanakan secara rutin, maka gejolak harga bisa tertangani. 

“Saya sudah dapat laporan, beras mundak (beras naik), regone larang (harganya mahal), juga minyak. Saya minta DKPP untuk melakukan upaya intervensi menjaga kestabilan harga untuk bantu masyarakat,” kata Edy. 

Disampaikan, pertanian adalah sektor penopang perekonomian nasional.

Di Jepara, sektor pertanian memiliki peran penting dalam struktur PDRB, yakni di urutan ke-3 dengan sumbangan 12,77 persen. 

Tahun ini, Kabupaten Jepara mendapat bantuan dari Menteri Keuangan intensif fiskal serta diarahkan pada bidang pertanian.

Termasuk untuk pembangunan irigasi, jalan usaha tani (JUT), hingga pengadaan bibit atau benih tanaman. 

Saat kegiatan Rembuk Tani tersebut, Pj Bupati Jepara menerima berbagai macam masukan dari para petani khususnya di wilayah Kecamatan Keling.

Salah seorang peternak Desa Banyumanis Ali Yusakan, berharap adanya penambahan tenaga kesehatan hewan di Jepara. Selain itu, ia juga berharap ada pembangunan pasar hewan di wilayah Keling karena bangunan lama dinilai sudah tidak layak. 

Baca juga: 6 Sapi di Jepara Suspek Virus LSD, Pemkab Buka Opsi Tutup Pasar Hewan

Baca juga: Harga Beras Alami Kenaikan, Pj Bupati Jepara Sidak ke Pasar

Sementara itu, pengurus KWT (Kelompok Wanita Tani) Kecamatan Keling Rubiati meminta adanya pelatihan packaging untuk pengemasan produk pertanian serta pemasaran produk jadi. 

Edy Supriyanta langsung merespon berbagai masukan tersebut.

Untuk pembangunan pasar hewan di wilayah Keling misalnya akan ditindaklanjuti dan kegiatan itu dimasukkan dalam rencana pembangunan 2024.

Hal yang sama juga disampaikannya untuk permintaan dari KWP Kecamatan Keling.

“Ini nanti produknya bisa dipasarkan di Pendopo Kabupaten. Saat ada tamu dari luar kota, akan kita tunjukkan produk makanan hasil olahan wanita tani ini,” ungkap Edy. 

Selain itu, Edy Supriyanta juga merespon pembangunan jalan usaha tani (JUT), serta saluran irigasi. Termasuk penggunaan pupuk pengganti bahan kimia. 

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved