Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Seleb

Safa Marwah Dianiaya Pacar tak Ada yang Menolong, Selama Berhubungan Dia yang Bayar

Intan Dea Tiyana atau Safa Marwah buka suara soal dirinya menjadi korban penganiayaan pacarnya, TI

Editor: muslimah
Tribunnews.com/ Fauzi Nur Alamsyah
Safa Marwah bersama tim kuasa hukumnya dalam jumpa pers di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Rabu (4/10/2023). 

TRIBUNJATENG.COM - Intan Dea Tiyana atau Safa Marwah buka suara soal dirinya menjadi korban penganiayaan pacarnya, TI.

Penganiayaan dilakukan berkali-kali hingga akhirnya ia memutuskan untuk speak up.

Safa mengaku masih trauma dan takut untuk ketemu sang mantan.

Diketahui, TI pacarnya tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Baca juga: Jejak Kejahatan Susanto Dokter Gadungan, Palsukan Rapor SMA di Magelang, Pernah Jabat Dirut RS

Baca juga: Viral Sopir Truk Datangi Polsek, Video Call Larang Anaknya Jadi Polisi di Hadapan Polisi

Penganiayaan ini telah terjadi berulang kali sejak Agustus 2022.

Dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Kamis (5/10/2023), kuasa hukum Safa Marwah, Martin Simanjuntak membeberkan kronologi penganiayaan yang dialami kliennya.

"TI ini merupakan seorang ASN PNS di salah satu Kementerian Dalam Negeri."

"Hubungan ini berawal di tahun 2022 ketika Safa Marwah menerima cintanya TI sebagai kekasih, itu di bulan Juli."

"Lalu di bulan Agustus sudah mulai ada penganiayaan fisik," terang Martin Simanjuntak.

Safa Marwah saat itu memaafkan kekasihnya, tetapi penganiayaan kembali dilakukan oleh TI.

Disebutkan bahwa Safa Marwah dijambak dan didorong hingga terluka.

Bahkan, Safa Marwah juga membiayai TI yang menjadi pelaku penganiayaan.

"Yang lebih parahnya lagi ternyata selama menjalin hubungan, Safa Marwah ini lebih sering membiayai si TI yang bekerja di Kementerian Dalam Negeri."

"Kejadian ini berulang di bulan Agustus, lalu di bulan September juga terjadi, sampai di bulan November itu terjadi penganiayaan juga di salah satu rumah kontrakan tempat kakak dari TI."

"Di situ Safa dijambak, lalu didorong sampai terluka, rambutnya rontok," ungkapnya.

Dalam kejadian tersebut, orang sekitar tak ada yang menolong Safa Marwah.

Hingga akhirnya, Safa Marwah melaporkan TI ke polsek setempat.

"Pada saat itu Safa dibiarkan begitu saja sama orang-orang di sekitar tanpa ditolong."

"Karena memang merasa terancam, akhirnya pada saat di daerah Cempaka Putih mendatangi Polsek setempat."

"Membuat pengaduan, lalu diterima pengaduannya, didatangi ke rumah kontrakan tersebut," bebernya.

TI kemudian diinterogasi di polsek dan sempat menangis meminta maaf untuk diberi kesempatan lagi.

"Pelakunya diundang ke polsek untuk ditanyai atau diinterogasi, namun terjadi restorative justice."

"Di situ pelaku menangis-nangis minta maaf dan meminta untuk diberikan kesempatan," sambungnya.

Safa Marwah kembali memaafkan TI, tetapi sang kekasih kembali berulah.

Setiap terjadi percekcokan, TI menganiaya Safa Marwah dan terjadi hingga April 2023.

"Namun ternyata pasca perdamaian itu, berulang kembali, hampir setiap bulan terjadi cekcok yang pasca cekcok, laki-laki ini melakukan penganiayaan kepada Safa Marwah."

"Entah dijambak, dipukul, didorong sampai April 2023, pada saat itu mereka sedang ada di dalam ruangan tempat tinggalnya Safa," jelasnya.

Bahkan, Safa Marwah pernah digampar hingga menyebabkan pelipis kirinya robek.

TI saat itu membujuk Safa Marwah agar tidak lapor polisi dan lukanya tersebut kemudian dijahit.

"Tiba-tiba digampar pelipisnya sebelah kiri, menghasilkan luka robek dan lebam," tutup Martin Simanjuntak.

Buntut kekerasan tersebut membuat Safa Marwah akhirnya melaporkan mantan kekasihnya yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat sejak 29 September 2023.

Safa Marwah kini hanya ingin keadilan ditegakkan terhadap dirinya sebagai korban kekerasan.

"Saya cuma pengin keadilan yang seadil-adilnya, Ingin segera di proses saja," kata Safa Marwah dalam jumpa persnya di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Rabu (4/10/2023).

Sebab Safa mengakui bahwa mentalnya ikut terganggu buntut penganiayaan yang diduga dilakukan oleh TI.

"Saya dibilang terpukul kena mental saya kena mental sekali," ungkap Safa sambil menangis.

Tidak hanya itu rasa trauma masih terus dirasakan oleh Safa Marwah, dimana ia kini takut untuk bertemu mantan kekasihnya itu.

"Saya masih takut masih trauma untuk bertemu orang itu walaupun nangis doang tidak akan menyelesaikan," ungkapnya.

Hingga akhirnya Safa kini memilih untuk buka suara soal kekerasan dalam hubungan asmaranya ini.

Salah satu penganiayaan parah yang dialami Safa yaitu pelipis mata kirinya sobek usai dianiaya TI.

"Sekarang saya beranikan untuk speak up karena dia tidak dipanggil-panggil oleh pihak kepolisian," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Katarina Retri)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved