Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Israel vs Hamas Palestina

Platform X Sebarkan Hoaks Seputar Perang Hamas - Israel, Elon Musk Kena Sasaran Dirujak Netizen

Platform X jadi sasaran amuk warganet lantaran dinilai menyebarkan kabar bohong alias hoaks terkait konflik antara militan Palestina, Hamas vs Israel.

Editor: Muhammad Olies
Twitter
Logo Twitter 

TRIBUNJATENG.COM - Platform X (dulu bernama Twitter) jadi sasaran amuk warganet lantaran dinilai menyebarkan kabar bohong alias kabar hoaks terkait konflik antara Israel vs Hamas Palestina.

Hal ini diketahui usai kata kunci 'Israel' jadi trending topic nomor 1 nasional dengan 5,29 juta kicauan.

Dari ribuan postingan yang memenuhi media sosial X, informasi yang diunggah terkait perang Hamas – Israel sebagian besar merupakan misinformasi dan berita hoaks.

Yang memprihatinkan, sejumlah influencer seperti Jackson Hinkle kedapatan menyebarkan siaran pers palsu Gedung Putih.

Mengutip dari NPR sebuah akun yang mengaku-ngaku sebagai media lokal Jerusalem Post turut mengunggah laporan palsu bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dirawat di rumah sakit di tengah memanasnya perang.

“Setelah perang meletus, para pengguna dengan cepat menyebar mengunggah gambar-gambar palsu yang dimanipulasi,” kata Breton, kepala hak-hak digital Uni Eropa.

“Seperti baru – baru ini beredar sebuah video   yang telah ditonton lebih dari 1,7 juta kali, menunjukkan para jenderal Israel setelah ditangkap oleh pejuang Hamas. Namun setelah ditelusuri, video tersebut ternyata berisikan penahanan para separatis di Azerbaijan. Ini jelas merupakan informasi yang salah atau menyesatkan,” jelas Breto.

Baca juga: Inilah Awal Mula Konflik Palestina-Israel Terjadi, Sudah Bertentangan Setelah Perang Dunia 1

Baca juga: Sejarah Hamas, Sosok Pendiri, Pasukan Khusus di Palestina hingga Deretan Konflik dengan Israel

Baca juga: Kata Jokowi Soal Akar Konflik Hamas vs Israel, Dorong Penyelesaian Lewat PBB

Akibat beredarnya ribuan postingan hoax, Elon Musk ramai-ramai dihujat netizen dan para peneliti global.

Mereka menilai Elon Musk gagal menangani krisis misinformasi di platform X yang dapat menyesatkan masyarakat dunia.

“Sekarang hampir tidak mungkin untuk membedakan mana yang fakta, mana yang rumor, mana yang konspirasi, mana yang trolling. Perubahan yang dilakukan Musk tidak hanya membuat X menjadi tidak berguna, namun semakin membuat X jadi media sosial yang buruk,” jelas Mike Rothschild, peneliti teori konspirasi.

Pasca berita hoax memenuhi platform X, Elon Musk hingga kini tak kunjung memberikan respon apapun. Namun demi mencegah meluasnya keberadaan berita hoax Platform media sosial X, berkomitmen untuk terus berjuang menjaga keamanan di platform.

Salah satunya dengan meminta pengguna X untuk menambahkan konteks dan penjelasan menggunakan fitur Community Notes guna membantu pengguna lain memahami konten yang ditampilkan dan melawan misinformasi.

Dengan cara ini, postingan informasi palsu atau hoax terkait perang Hamas dengan Israel tak kembali memenuhi platform X seperti terjadi akhir pekan lalu.

"X berkomitmen terhadap keamanan di platform kami dan untuk memberikan informasi kepada orang-orang secepat mungkin. Dalam beberapa hari ke depan, kami akan terus memberikan informasi terbaru kepada komunitas kami," tulis akun @Safety milik X.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Elon Musk Dihujat Netizen, Platform X Sebarkan Kabar Bohong Seputar Perang Hamas-Israel

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved