Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Blora

Inilah Empat Wisata di Blora Direkomendasikan Jadi Geoheritage

Badan Geologi ESDM rekomendasikan 4 lokasi wisata di Blora jadi Geoheritage.

Penulis: ahmad mustakim | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ahmad Mustakim
Penampakan Wisata Goa Terawang Todanan Blora. 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Hasil penelitian lapangan yang dilakukan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyarankan empat lokasi wisata di Blora yang layak diangkat menjadi Geoheritage.

Keempat tempat tersebut terpilih karena telah memenuhi kriteria yang ditetapkan, mencakup aspek geologi, nilai estetika, pendidikan, aksesibilitas, serta potensi pengembangan pariwisata dan kontribusi terhadap masyarakat sekitar.

Menurut Galih Indra, Kepala Bidang Pariwisata yang juga Sub Koordinator Daya Tarik Destinasi Wisata Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora, pemerintah kabupaten pada pertengahan tahun 2022 telah mengusulkan beberapa obyek wisata dan kawasan untuk dinilai apakah layak menjadi Geoheritage.

"Prosesnya melalui jalur provinsi. Permintaan dari ESDM provinsi diteruskan melalui surat resmi Gubernur kepada kementerian terkait. Dan setelah alokasi anggaran baru disetujui untuk tahun 2023, barulah survei lapangan dilakukan pada tahun ini," ungkap Galih pada Sabtu, 14 Oktober 2023.

Galih menjelaskan bahwa awalnya ada 18 titik yang masuk dalam tinjauan. Tim dari Kementerian ESDM melakukan survei selama 25 hari, dimulai dari minggu pertama September hingga awal Oktober.

"Kemudian, beberapa waktu yang lalu, bupati kami diundang, dan hasilnya adalah bahwa empat lokasi memenuhi semua kriteria yang ditetapkan," tambahnya.

Keempat lokasi tersebut adalah Situs Ngandong, tempat yang menjadi penemuan fosil manusia homo erectus termuda dengan usia sekitar 118 ribu tahun. Di lokasi ini juga terdapat bekas lokasi penggalian yang dilakukan oleh ahli Belanda, Van Koeningswald, Ter Harr, dan Oppenoorth pada tahun 1931-1933. Tempat ini juga menjadi basecamp bagi para ahli tersebut.

"Selanjutnya, kita memiliki Goa Terawang, sebuah gua dengan endokars yang berkembang dengan baik. Gua ini memiliki 5 ruang yang saling terhubung, dan keindahan gua ditambah dengan stalaktit, stalagmit, flowstone, serta rongga di langit gua," jelas Galih.

Kawasan Sabrangan, yang merupakan lokasi hipostratotipe dari Formasi Bulu, juga termasuk dalam empat lokasi tersebut. Kawasan ini memiliki lapisan batu pasir gampingan dan batu gamping pasiran dengan fosil jejak yang membuktikan bahwa Jawa bagian utara dahulu kala merupakan dasar laut.

"Terakhir, kita memiliki kalinanas, yang merupakan lokasi hipostratotipe dari Formasi Ledok yang diduga sebagai reservoir minyak di sekitar Blora. Tempat ini memiliki lapisan batu pasir gampingan dengan sisipan batu gamping pasiran, dan bentuk alamnya yang berkelok-kelok di dasar sungai menambah daya tariknya," tambah Galih.

Selain direkomendasikan untuk menjadi Geoheritage, keempat lokasi ini juga memiliki potensi untuk menjadi geopark. Namun, penunjukan sebagai Geoheritage harus menjadi tahap awal sebelum menjadi Geopark. (Kim)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved