Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Video Siasati Kenaikan Harga Beras PPJI Semarang Kampanyekan Makanan Alternatif

Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI) mendukung langkah pemerintah dalam mengampanyekan makanan pengganti untuk menyiasati adanya kenai

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Tim Video Editor

Berikut ini video siasati kenaikan harga beras PPJI Semarang kampanyekan makanan alternatif.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI) mendukung langkah pemerintah dalam mengampanyekan makanan pengganti untuk menyiasati adanya kenaikan harga beras.

PPJI Kota Semarang dalam hal ini bersama Pemkot Semarang mengampanyekan makanan alternatif berbahan non-beras melalui pelaksanaan "Festival Pendamping Beras Kota Semarang Menuju Daulat Pangan" yang digelar saat Car Free Day (CFD) di jalan Pahlawan Semarang, Minggu (8/10/2023) pagi.

"Upaya pemerintah juga bagian dari perhatian kepada kami sebagi penyelengara jasa boga menyikapi naiknya harga beras," kata Ketua DPC PPJI Kota Semarang, Yanti M Sakoer.

Yanti mengatakan, PPJI Kota Semarang siap untuk menyediakan aneka makanan alternatif non-beras.

Adapun pada festival itu, sejumlah anggota PPJI Kota Semarang membuat aneka macam makanan alternatif mulai dari nasi jagung, nasi tela, bubur sumsum, hingga aneka kue.

"Kami juga berharap ini bisa terus disosialisasikan, termasuk dari pihak produsen-produsen non-beras agar turut menggalakkan," lanjutnya.
 
Pihaknya optimis, terobosan para pengusaha penyedia jasa boga untuk menyediakan makanan alternatif bisa diterima masyarakat.

Dia juga menilai, masyarakat pun perlu mulai diedukasi berkenaan makanan non-beras. Selain sebagai pilihan, juga menyehatkan dan mengenyangkan.

"Pengusaha catering sangat menyambut baik. Beberapa dari anggota kami sudah mulai menyesuaikan dan mengalami kenaikan permintaan," sebutnya.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, festival ini melibatkan 114 komunitas. Masing-masing dari mereka membuat makanan alternatif yang selanjutnya dibagikan kepada masyarakat.

Sisi lain, penyelenggaraan kegiatan itu mencatatkan rekor di Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) sebagai pemrakarsa rekor festival pendamping beras dengan varian terbanyak.

"114 stand dari perhotelan, Forkompinda, komunitas, ini akan menunjukkan bahwa dari 10 makanan pendamping beras bisa menjadi bermacam variasi," kata sapaan akrab Mbak Ita itu. (Idy)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved