Berita Semarang
Pembangunan Masjid di Mijen Kota Semarang Ditunda, Ini Sebabnya
Pembangunan masjid di kawasan BSB City, Mijen, Semarang, oleh Pemerintah Kota Semarang ditunda.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pembangunan masjid di kawasan BSB City, Mijen, Semarang, oleh Pemerintah Kota Semarang ditunda.
Penundaan dilakukan karena detail engineering desain (DED) belum selesai.
Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengatakan, anggaran pembangunan masjid pada tahun ini memang dikurangi lantaran DED belum selesai. Rencananya, DED masjid di Mijen ini akan diselesaikan terlebihdahulu. Dia berharap, pembangunan masjid di Mijen bisa dimulai pada 2024.
"Tahun ini kami memang kurangi anggaran karena DED belum selesai. Tahun ini kami selesaikan DED. Mudah-mudahan tahun depan kami mulai groundbreaking," jelas Iswar, Minggu (15/10/2023).
Iswar melanjutkan, tahun ini pembangunan baru tahap perencanaan. Pemerintah membangun masjid di kawasan Mijen agar kawasan di Semarang bagian barat semakin berkembang.
Menurutnya, konsep sebuah kota tidak boleh tersentral melainkan harus ada pengembangan kota baru.
"Kami harap Semarang bisa semakin berkembang. Masjid tidak hanya untuk tempat ibadah tapi juga dalam rangka pertumbuhan ekonomi," ungkapnya.
Dengan dibangunnya masjid, sambung dia, aktivitas masyarakat akan semakin banyak dan ekonomi bisa semakin berkembang
Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono mengungkapkan, pembangunan masjid di Mijen memamg tidak jadi direalisasikan tahun ini. Dewan telah mengetok anggaran pada APBD Murni 2023. Hanya saja, ada kendala sehingga tidak bisa dilaksanakan pada tahun ini.
"Saya persisnya tidak tahu kendalanya apa, kemudian tidak dilaksanakan," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang, M Irwansyah mengatakan, anggaran pembangunan masjid di Mijen sebesar Rp 10 miliar. Itu baru tahap pertama yakni baru penataan lahan dan ada pondasi yang ditancapkan sebagai tanda keseriusan penkot membangun masjid agung di wilayah barat tersebut.
"Kami bangun masjid agung sebagai pusat peradaban islam, ada pusat kegiatan disana," ucap Irwansyah, Selasa (16/5/2023).
Pembangunan masjid itu tepatnya berada di BSB City atau di depan Shabara Polda Jateng. Luas lahan disana sekitar 2,5 hektar. Nantinya, sekitar 40 persen dari luas tersebut akan dibangun, sedangkan sisanya menjadi ruang terbuka hijau (RTH).
"Konsepnya green building. Mudah-mudahan menjadi masjid kebanggaan Kota Semarang," ungkapnya.
Dengan lahan yang cukup luas, Irwansyah memperkirakan, butuh anggaran sekitar 150 miliar untuk menyelesaikan pembangunan masjid.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Forum-Group-Discussion-Penyusunan-DED-Masjid-Raya-beberapa-waktu-lalu.jpg)