Rabu, 13 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Rezeki Unik Para Pedagang Antikan Semarang, Jualan Tak Laku 2 Minggu Tapi Tetap Bisa Makan

Seorang pedagang barang antik di Pasar Klitikan Kota Lama Semarang, Rofiq Ahmad (47) tampak sibuk berbicara.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Iwan Arifianto
Pedagang barang antik di Pasar Klitikan Kota Lama Semarang, Rofiq Ahmad (47) tampak sibuk mengemas barang antikan pesanan pelanggan. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Seorang pedagang barang antik di Pasar Klitikan Kota Lama Semarang, Rofiq Ahmad (47) tampak sibuk berbicara dengan seorang pria melalui handphone. 

Mereka saling tawar-menawar suatu harga barang antik. Negosiasi itu tak lama, selepas sepakat harga, Rofiq menutup telponnya lalu membungkus barang antikan yang dipesan ke dalam kardus. 

Baginya, hari itu menjadi berkah tersendiri selepas jualan dua minggu terakhir sepi pembeli.

Namun, begitulah roller coaster rezeki para penjual barang antik, seringkali sulit dikalkulasi.

"Rezeki orang antikan itu aneh. Jualan tak laku seminggu ya nyantai, 2 Minggu santai. Pas butuh baru dikasih rezeki. Sulit ngomongnya jadi soal rezeki ga bisa dikalkulasi," katanya, Selasa (17/10/2023). 


Rofiq berjualan pasar antikan di gedung Galeri Industri Kreatif (GIK) yang memiliki nama khusus yakni Antikan Semarang Kawasan Kota Lama (Asem Kawak) dengan total 36 lapak yang ditempati 26 pedagang

Menurutnya, kondisi mental para pedagang pasar antikan di Kota Lama sudah lebih tangguh selepas melewati dua momen masing-masing saat revitalisasi Kota Lama dan pandemi Covid-19. 

Namun, revitalisasi Kota Lama dianggap pedagang menjadi momen terburuk lantaran kala itu tak ada satupun pembeli yang mampir ke pasar klitikan.

"100 persen hancur tak ada pemasukan jadi saat Pandemi covid-19, kami sudah lebih tangguh," ungkapnya.

Ia menuturkan, kondisi selepas pandemi seperti sekarang ternyata lebih buruk lantaran ekonomi masih lesu. 

Adanya berbagai event di Kota Lama yang digalakan Pemkot Semarang tak menggairahkan para pedagang antikan.

Sebab, ternyata event tersebut hanya ramai di depan sepi di belakang. Artinya, event tersebut sama sekali tak meningkatkan penjualan pasar klitikan. 

"Ketika ada event di Kota Lama lalu ramai misal diurai itu bukan pengunjung melainkan pegawai Pemkot sehingga kita pesimis ketika pemkot bikin event di Kota Lama, ramai di depan Gereja (Blenduk) saja sini sepi," tuturnya.

Karena itu, pihaknya kini lebih mengandalkan event-event yang diselenggarakan oleh komunitas. Biasanya, event komunitas lebih efektif memancing pembeli untuk datang. 

"Daripada event-event sekarang yang digalakan Pemkot lebih mengutamakan fashion dan kuliner. Tak lagi menggandeng barang-barang antikan maupun sepeda tua," keluhnya. (iwn)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved