Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Puisi

Puisi Requiem Wing Kardjo

Puisi Requiem Wing Kardjo: Requiem 1 Sejak kau bernama perempuan dan angan-angan, suaramu tinggal sunyi,

Penulis: Awaliyah P | Editor: galih permadi
ENSIKLOPEDIA KEMEBDIKBUD
Puisi Requiem Wing Kardjo 

Puisi Requiem Wing Kardjo

TRIBUNJATENG.COM - Puisi Requiem Wing Kardjo:

Requiem


1
Sejak kau bernama perempuan
dan angan-angan, suaramu tinggal sunyi,
dataran padang dengan bulan redup, merekam
misteri manusia menuju kelam kematian. Wajahmu


tubuhmu, busuk dan hancur, masalalu yang pernah
rindu perlindungan, hangat bantal kemesraan
bercumbu dengan denyaran cahaya yang
menyusuri pelupuk, kehalusan kata


yang bersalin bisu, ke mana harus
kucari wajah kebenaran, selain
dalam penyerahan?


Hidup permainan dalam kelam
permainan sungguh
mencari cahaya.


2.
Kelam dan sinar bergumul, rasuk merasuk
dalam dunia materi, benda harum
dunia, sunyi dalam cermin pecah.
Boneka, surat tanpa alamat,


kartu bergambar, majalah hiburan, rambut,
parfum, malam bertemu malam, malam
siang tanpa batas, menyilaukan, sinar
luput dari genggaman, beriak


dan beriak atas kain kapan,
putih mengembang
langit bersih dan


sepi dari bisik-bisik gelisah, tak
tahu jemu melekat dalam
kemualan daging


3.
Dering tilpun memanggil dan menutup sejenak
lelaki seperti sekutu dan seteru yang tak
bosan-bosannya memberi dan menagih,
mengajak dan beranjak. Malam,


siang mengaduh bisu, keluh beku menghancurkan
jangat lambat-lambat. Malam rambut hitam
dan kau makin asing dari jagat mereka
yang dulu bersarang dalam rimbun


harum taman mawarmu. Burung-burung
bernyanyi pagi dan sepi dalam cahaya
tiada cahaya, sepi tiada api, sepi


perempuan di ranjang dengan duri-duri
dan lampu layu, bayangan hari
tiada hari, api tiada api.

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved