Berita Kriminal
Alasan Zhafira Devi Selebgram Semarang Buang Bayi Karena Bingung Bapaknya Siapa
Sering gonta-ganti pasangan dan melakukan hubungan seks bebas, membuat Zhafira Devi Liestiatmaja (28) nekat membuang bayinya.
TRIBUNJATENG.COM - Sering gonta-ganti pasangan dan melakukan hubungan seks bebas, membuat Zhafira Devi Liestiatmaja (28), selebgram asal Semarang nekat membuang bayinya.
Pasalnya dia sendiri bingung anak siapa yang dikandungnya karena gaya hidup tersebut.
Zhafira Devi Liestiatmaja bahkan membuang bayi sesaat setelah melahirkan dan membuang bayi di tong sampah sekitar Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Baca juga: SOSOK Zhafira Devi, Selebgram Semarang Buang Mayat Bayi di Parkir Bandara, Bukan Orang Sembarangan
Setelah itu Zhafira Devi Liestiatmaja pulang ke kampung halamannya.
Tak seperti ibu baru melahirkan pada umumnya, yang butuh istirahat, Zhafira Devi Liestiatmaja langsung berangkat ke Semarang, Jawa Tengah, menggunakan maskapai Lion Air JT 0925.
Namun sebelum meninggalkan Bali, aksi Zhafira Devi terekam dari pantauan hasil rekaman CCTV
Sebelum peristiwa tersebut, Zhafira Devi Liestiatmaja dan pacar barunya WNA Singapura berinisial J menginap di sebuah hotel di Legian, Bali.
J tidak mengetahui kalau Zhafira Devi Liestiatmaja sedang mengandung.
Zhafira Devi Liestiatmaja sendiri juga tidak tahu siapa ayah dari bayi yang sedang dikandungnya.
Pelaku mengaku sering gonta-ganti pasangan berhubungan seksual hingga menyebabkan kehamilan pada Januari 2023 lalu.
"Mulai hamil itu kalau tidak salah bulan Januari atau Februari. Dia (tersangka) mengatakan pernah punya pacar pada bulan Januari. Melakukan hubungan, tapi sudah tidak nyambung lagi," ucap Kapolres Kawasan Bandara Ngurah Rai AKBP Dayu Wikarniti.
Zhafira Devi Liestiatmaja menyadari kehamilannya pada Agustus 2023, saat usia kandungan sudah berusia delapan bulan, dan tengah menjalani hubungan asmara dengan J.
"Dia menutupi kehamilan dari pacar barunya dan tidak mau pacar barunya tahu dia hamil apalagi melahirkan,” kata Dayu.
“Karena dia pengen serius dengan pacarnya ini dan malam itu dia tidak melakukan hubungan apa-apa karena dia mengaku dalam keadaan datang bulan," imbuhnya.
Berdasarkan pengakuan pelaku, lanjut dia, sejak pukul 03.00 Wita dini hari pelaku bolak-balik ke kamar mandi lantaran merasa sakit perut.
Paginya, sekitar pukul 08.00 Wita, pelaku melahirkan bayi laki-laki di kamar mandi tersebut.
Lalu saat bayinya menangis bukannya dipeluk, Zhafira Devi Liestiatmaja justru memasukan korban ke dalam kloset.
Tak ingin suara tangisan bayinya terdengar J, Zhafira Devi Liestiatmaja menekan tombol flush di kloset tersebut.
"Sempat hidup bayinya. Sempat nangis. Tapi ditutup klosetnya agar tidak ketahuan oleh pacarnya yang sedang tidur di kamar. Dan mungkin sudah meninggal saat itu," ungkap Dayu.
Selanjutnya, pelaku membersihkan bercak darah di kamar mandi.
Zhafira Devi Liestiatmaja kemudian memasukkan jasad bayi tersebut ke dalam kantong plastik warna putih.
Pelaku kemudian memesan taksi online untuk menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung.
Sekitar pukul 15.25 Wita, kantong plastik berisi jasad bayi terebut ditinggalkannya di taman yang berada di Drop Zone 2 Terminal Keberangkatan Domestik.
Setelah itu pelaku berangkat ke Semarang, Jawa Tengah.
"Saat itu wajahnya memang tidak terlalu kelihatan tapi kita tarik lagi CCTV ke belakang dan ke depan baru terlihat dia memasuki terminal domestik untuk check-in ke Semarang dengan salah satu maskapai penerbangan," lanjut Dayu.
Baca juga: Kronologi Model Semarang Bunuh dan Buang Bayi di Parkiran Bandara, Tahu Hamil saat Masuk 8 Bulan
Pada hari Kamis tanggal 19 Oktober 2023 pukul 10.00 WITA tim Opsnal Garuda Bhuana, di bawah pimpinan Kasat Reskrim Iptu Rio Ritonga berangkat ke Semarang, Jawa Tengah kemudian langsung melakukan penyelidikan dan pemetaan terhadap keberadaan pelaku.
Sehingga sekira pukul 17.30 WIB, Tim Opsnal Garuda Bhuana dapat mengamankan pelaku beserta barang bukti di rumahnya di Semarang Jawa Tengah tanpa perlawanan, lanjut di terbangkan ke Bali untuk proses penanganan lebih lanjut.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 342 KUHP, dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.
Pernyataan Resmi Unika
Menanggapi status ZDL (28), tersangka kasus pembunuhan dan pembuangan bayi di Bandara Ngurah Rai Bali, Louis Cahyo Kumolo Buntaran, SDs, MM, Ketua Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV) Soegijapranata Catholic University (SCU) atau Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, menerangkan bahwa yang bersangkutan bukan merupakan mahasiswa ataupun lulusan Prodi DKV SCU, sehingga yang bersangkutan tidak menyandang gelar Sarjana Desain Komunikasi Visual.
Bahwa benar ZDL pernah mengikuti perkuliahan namun terhitung sejak 2014/2015 ybs tidak lagi aktif.
Menganut peraturan Universitas Katolik Soegijapranata yang menyebut bahwa mahasiswa yang tidak aktif selama 2 semester berturut-turut tanpa keterangan yang jelas dianggap mengundurkan diri.
Sehingga saat ini ybs bukan lagi mahasiswa DKV SCU dan statusnya dinyatakan drop-out.
"Kami dari prodi DKV SCU mengklarifikasi bahwa yang bersangkutan bukan lagi mahasiswa ataupun lulusan prodi DKV SCU," Louis Cahyo Kumolo.
Walau begitu, tanpa membenarkan tindakan yang dilakukan, SCU turut bersimpati dan menyayangkan kejadian ini.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Baru Saja Melahirkan Sendirian, Selebgram Semarang Kuat Langsung Pulang ke Kampung Halaman dari Bali
Wanita Muda Korban Pembunuhan di Tegal Dimakamkan di Brebes, Ibu Korban Pingsan |
![]() |
---|
Gadis yang Dihamili Ayah Kandung di Cilacap Lahirkan Bayi dalam Kondisi Selamat |
![]() |
---|
Kenalkan Namanya Sawabi Ayah Bejat dari Cilacap Hamili Anak Kandung, Terbongkar Berkat Tetangga |
![]() |
---|
"Ada Laki-laki Lain" Warga Setempat Ungkap Pemicu Pembunuhan Wanita Muda di Tegal |
![]() |
---|
Titus Bunuh Wanita Muda di Tegal yang Dikenalnya Lewat Michat karena Tak Puas Pelayanan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.