Breaking News
Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Potret Sungai Bengawan Solo Penuh Eceng Gondok Sepanjang 5 Kilometer

Tumbuhan eceng gondok menutupi permukaan Sungai Bengawan Solo sepanjang 5 kilometer.

Editor: raka f pujangga
Dokumentasi warga (Rizki)
Penampakan tanaman enceng gondok yang menutup permukaan air sungai Bengawan Solo di bawah jembatan Sukomalo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur sepanjang 5 kilometer. Jumat (27/10/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, BOJONEGORO - Tumbuhan eceng gondok menutupi permukaan Sungai Bengawan Solo sepanjang 5 kilometer.

Tepatnya di bawah jembatan Sukomalo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur

Keberadaan tumbuhan eceng gondok itu dikhawatirkan dapat mengganggu ekosistem sungai.

Baca juga: Wali Kota Semarang Kecewa Pembersihan Eceng Gondok di Sungai Kurang Optimal

Peristiwa tersebut terjadi sejak dua hari yang lalu.

Diketahui jumlah enceng gondok terus bertambah. 

Seorang warga sekitar sungai Bengawan Solo bernama Rizki mengatakan, enceng gondok di Sungai Bengawan Solo muncul dalam jumlah yang banyak. 

"Saking banyaknya enceng gondok, permukaan air Bengawan Solo hampir tidak tampak," kata Rizki kepada Kompas.com, Jumat (27/10/2023). 

Menurutnya, permukaan air sungai Bengawan Solo yang tertutup enceng gondok sepanjang 5 kilometer mulai dari Jembatan Sukomalo. 

"Kurang lebih ada 5 kilometer panjangnya," ujarnya.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Maryadi Utama membenarkan adanya tanaman enceng gondok yang menumpuk di aliran Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro

"Iya benar ada banyak enceng gondok yang menumpuk di sekitar bendung gerak Karangnongko, Bojonegoro," kata Maryadi Utama, saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (27/10/2023).

Maryadi Utama menjelaskan, tanaman enceng gondok tersebut muncul dari arah hulu sungai Bengawan Solo dan menumpuk di wilayah Kabupaten Bojonegoro

Keberadaan air sungai Bengawan Solo yang saat ini juga kotor dan tercemar membuat tanaman enceng gondok tumbuh subur di sepanjang aliran sungai. 

Baca juga: Populasi Ikan di Rawa Pening Merosot, Ternyata Ada Predator Hingga Eceng Gondok Perusak Ekosistem

"Kalau asalnya enceng gondok bisa dari hulu dan faktor air sungai yang tercemar membuatnya tumbuh subur," ungkapnya.

Maryadi Utama menyampaikan, pembersihan akan segera dilakukan oleh pemerintah setempat dan petugas pengelolaan jasa tirta (PJT) selaku pengendali pintu air Bengawan Solo di Bojonegoro.

"Kami sudah komunikasi dengan pemerintah setempat untuk melakukan pembersihan enceng gondok agar tidak mengganggu," tuturnya. (*)

 

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved