Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Festival Teater Jepara, Wadahi Pegiat Teater SMA-SMK di Jepara

Rangkaian kegiatan Festival Teater Jepara tahun 2023 kategori SMA-SMK ditutup dengan pementasan karya para pegiat teater

istimewa
Pementasan teater di acara penutupan Festival Teater Jepara di Gedung Kesenian Jepara, Minggu (29/10/2023) semalam.(Dok. DKD). 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA – Rangkaian kegiatan Festival Teater Jepara tahun 2023 kategori SMA-SMK ditutup dengan pementasan karya para pegiat teater khususnya bagi siswa sekolah menengah.

Sebelumnya, festival yang telah dimulai sejak Kamis (26/10/2023) itu telah diisi dengan serangkaian kegiatan antara lain diskusi dan sharing antarpegiat teater. Acara tersebut digelar di Gedung Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Jepara pada Minggu, (29/10/2023).

Festival Teater Jepara memang telah digelar sejak tahun 2015 hingga kini. Bahkan, pada saat pandemi lalu, festival yang mewadahi pegiat teater ini pun tetap dilaksanakan. Namun, tahun 2023 ini pelaksanaan festival sedikit berbeda.

Rhobi Shani selaku Koordinator Kegiatan yang didukung pula oleh Ketua Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Jepara Gustam Erey Kristiawan mengatakan bahwa pertunjukkan yang ditampilkan kali ini memang sudah benar-benar siap diapresiasi. 

“Artinya, kepesertaan itu tidak kami buka lebar. Artinya kami memang menerima kelompok teater yang benar-benar sudah siap pentas dan memang sudah benar-benar siap untuk mempresentasikan hasil karyanya,” terang Rhobi.

Rhobi  menambahkan jika secara kuantitas, jumlah peserta tahun ini tidak banyak. Karena ada beberapa peserta yang sudah mendaftar tapi belum siap. Selain itu, beberapa dari mereka kebetulan bersamaan dengan agenda pentas di sekolah masing-masing. Di sisi lain, festival kali ini pun mengumumkan kegiatan dalam waktu yang cukup singkat, yakni dua minggu, dari yang sebelumnya tiga bulan sebelumnya.

Terdapat setidaknya lima kriteria penilaian pada festival ini, antara lain penampilan terbaik, sutradara terbaik, aktor terbaik, aktris terbaik, dan tata artistik.

Hal lain yang membedakan dengan pertunjukkan yang dulu adalah, ketika selesai pementasan karya peserta langsung memasuki proses kurasi.

“Peserta dapat feedback, peserta jadi tahu kekurangan dia apa, kelemahan dia apa. Sehingga, harapannya itu akan menjadi modal bagi teater di sekolah untuk meningkatkan kualitas pendalamannya kepada kawan-kawan,” ucap Rhobi.

Pada festival tersebut, hadir sebagai kurator yakni Oki Setiawan selaku Alumni ISI Yogyakarta dari Jurusan Teater, Joko dari ISI Surakarta, dan Rois selaku Alumni UPGRIS yang sekaligus sebagai pegiat teater Jepara.

Baca juga: Mbak Ita Akan Instruksikan Optimalisasi Lahan Kosong di Semarang untuk Penanaman Pendamping Beras

Baca juga: 2 Kata yang Berkali-kali Diucapkan istri Hamka saat Ditemukan Warga, Setelah Itu Ia Makan Lahap

Baca juga: Mahasiswa Keperawatan UMP Dapatkan Pengalaman Berharga di Jepang

Baca juga: Lirik Lagu Talk Saxy Riize, Lengkap dengan Terjemahan

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved