Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Pj Gubernur Jateng Targetkan Kemiskinan Ekstrem di Jateng Hilang Pada 2024

Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana klaim angka kemiskinan ekstrem di Jateng tinggal 1,1 persen pada kuartal 4 2023

Penulis: budi susanto | Editor: muslimah
Dok Pemprov Jateng
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana saat memimpin apel di Halaman Kantor Gubernur Jateng, Senin (13/11/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana klaim angka kemiskinan ekstrem di Jateng tinggal 1,1 persen pada kuartal 4 2023.

Ia juga menargetkan angka kemiskinan ekstrem di Jateng tuntas atau 0 persen pada 2024.

Dijelaskannya, persentase kemiskinan ekstrem di Jateng turun dibandingkan 2022 yang mencapai 1,97 persen.

Penuruan angka kemiskinan ekstrem hingga penghujung 2023 mencapai 0.87 persen.

Atas upaya penurunan angka kemiskinan ekstrem tersebut, Provinsi Jateng menyabet penghargaan dari pemerintah pusat berupa insentif fiskal senilai Rp 5,79 miliar. 

"Dari 38 provinsi, hanya tujuh provinsi yang diberikan penghargaan, termasuk Jateng. Ini suatu kebanggaan. Tetapi belum selesai, karena target di 2024, kemiskinan ekstrem harus 0 persen atau zero kemiskinan ekstrem," kata Nana saat memimpin apel di Halaman Kantor Gubernur, Senin (13/11/2023).

Nana juga memberi arahan ke jajarannya agar bekerja keras untuk mencapai target penurunan kemiskinan ekstrem. 

Nana optimis, jajarannya mampu mewujudkan target penuruan angka kemiskinan ekstrem, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Ada delapan komponen sasaran yang diintervensi Pemprov Jateng, untuk percepatan penanggulangan kemiskinan

Ke delapan komponen sasaran itu adalah perbaikan rumah tidak layak huni, pemasangan listrik gratis atau program listrik murah, sumber air, jamban, penanganan stunting, anak tidak sekolah, disabilitas dan individu tidak bekerja.

"Selain menggunakan anggaran negara, berbagai pihak juga kami gandeng untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan pengentasan kemiskinan. Antara lain CSR perusahaan swasta, BUMN, BUMD, lembaga amil zakat, dan masyarakat filantropi," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved