Berita Kudus
Pupuk Subsidi di Kudus Sulit Didapatkan
Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Kudus, Wahyu Utomo, mengatakan bahwa pupuk subsidi.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Kudus, Wahyu Utomo, mengatakan bahwa pupuk subsidi di Kudus sangat sulit di dapatkan.
"Sebenarnya ini masa tanam untuk padi, harusnya sudah memasuki musim tanam. Menggunakan pupuk dan merabuk tanaman padinya, tetapi ada beberapa kendala panen mundur yakni El Nino serta ada yang mau tanam padi kemarin petani menggarap palawija tapi kesulitan cari pupuk," jelasnya di Kudus, Selasa (14/11/2023).
Telatnya para petani mendapatkan pupuk subsidi, juga bisa menjadi faktor penybab masa tanam mundur. Kondisi tersebut diperparah apabila petani tidak segera melakukan pemupukan maka akan berdampak pada gagal panen.
"Kalau kekurangan pupuk dampaknya gagal panen, tanah yang tidak diberikan pupuk kimia itu akan merusak tanaman dan berdampak negatif pada pertanian," ucapnya.
Untuk saat ini 60 persen di Kabupaten Kudus sudah mulai memasuki masa tanam karena beberapa waktu lalu hujan yang sering mengguyur di Kabupaten Kudus.
Pada awal masa tanam ini lah, pupuk menjadi hal yang paling dibutuhkan oleh petani untuk mendukung proses pertumbuhan tanaman.
"Kurang lebih di Kudus 60 % memasuki masa tanam, memang ini sudah ditunggu-tunggu petani dengan adanya hujan yang turun hampir rata-rata petani membutuhkan pupuk. Tapi disambut sulitnya dapat pupuk," katanya. (Rad)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Para-petani-di-Kecamatan-Jekulo-yang-sedang-melakukan-penanaman.jpg)