Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Terduga Teroris Ditangkap di Semarang

SOSOK HS Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Banyumanik Semarang, Aktif di Jamaah Islamiyah

Latar belakang terduga teroris berinisial HS yang ditangkap Detasemen Khusus 88 di Kelurahan Pudak Payung Banyumanik terungkap

|
istimewa
Tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri berhasil menangkap 59 terduga teroris yang memiliki kaitan dengan berbagai jaringan teror seperti Jamaah Islamiyah (JI) dan Jemaah Ansharut Daulah (JAD). Muncul dugaan bahwa sebagian dari terduga teroris yang ditangkap memiliki niatan untuk mengganggu jalannya Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Indonesia. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Latar belakang terduga teroris berinisial HS yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 di Kelurahan Pudak Payung Banyumanik terungkap.

Ketua Yayasan Putra Persaudaraan Anak Negeri (Persadani), Badawi Rachman mengatakan HS merupakan jaringan kelompok Jamaah Islamiyah (JI). HS masih tergolong junior di kelompok itu.

"Saya cek dulu dia (HS) masih anak kemarin sore," kata mantan narapidana terorisme kasus Poso kepada tribunjateng.com, Rabu (15/11/2023).

Baca juga: BREAKING NEWS : Pegawai Biro Umroh Ditangkap Densus 88 di Banyumanik Semarang

Baca juga: Sosok AG yang Ditangkap Densus 88, Nikahi Warga Kabupaten Tegal, Terakhir Terlihat Desember 2022

Baca juga: Densus 88 Gerebek Kelompok Teroris Jaringan Jamaah Islamiyah di Lampung, 6 Ditangkap 2 Tewas

Menurutnya, HS merupakan pegawai biro umrah. Namun pihaknya saat ini tidak mengetahui keterlibatan terduga teroris tersebut.

"Dia orang Klaten. Dia itu masuk di struktur baru. Waktu saya ditangkap tahun 2014 dia masih binaan. Belum ada job (tugas),"  tuturnya.

Dikatakannya, saat ini Jamaah Islamiyah telah bubar. Namun orang-orang yang pernah tergabung masih sama pola pikirnya.

"Secara struktural tidak terkoordinasi. Hanya secara perseroangan masih sana sini. Secara organisasi sudah terputus semua," ujarnya.

Menurutnya, mantan anggota JI masih sering ngaji bersama. Namun ngaji yang dilakukan hanyalah sekadar keilmuan bukan struktural.

"Biasanya hanya menjaga ukhuwah (persaudaraan) agar tetap terjalin. Tetapi tidak ada pergerakan," tuturnya.

Badawi menegaskan hingga saat ini sudah tidak ada embrio JI. Namun peluang mengorganisir tetap masih ada.

"Penggalangan masih tetap bisa. Selama pemahaman masih tetap sama, bisa mengembalikan organisasi lagi. Mengembalikan organisasi masih tetap bisa," imbuhnya.

Sebelumnya, Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Antiteror menangkap satu pria berinisial HS (48) di Kelurahan Pudakpayung, Banyumanik, Kota Semarang, Rabu (15/11/2023) sekira pukul 05.55 WIB.


 

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved