Sabtu, 23 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Gara-gara Sebatang Rokok, Pria Dikeroyok 5 Pengamen hingga Kritis

Lima pengamen mengeroyok seorang warga berinisial MY (23). Korban dilarikan ke RSUD Kota Bekasi karena kondisinya kritis.

Tayang:
istimewa
Ilustrasi pengeroyokan 

TRIBUNJATENG.COM, BEKASI - Aksi pengeroyokan terjadi di Jalan Perum Mutiara Gading Timur, Mustikajaya, Kota Bekasi, pada Rabu (15/11/2023) pukul 18.15 WIB.

Lima pengamen mengeroyok seorang warga berinisial MY (23).

Korban dilarikan ke RSUD Kota Bekasi karena kondisinya kritis.

Baca juga: 9 Anggota Perguruan Silat Ditangkap Setelah Keroyok Pelajar SMA

Kronologi

Kapolsek Bantar Gebang AKP Ririn mengatakan, pengeroyokan bermula saat MY mendatangi para pelaku, yakni A, N, K, F, dan MRF yang sedang berkumpul.

dikeroyok kelompok pengamen berjumlah lima orang
Warga Kota Bekasi berinisial MY (23) dikeroyok kelompok pengamen berjumlah lima orang di Jalan Perum Mutiara Gading Timur, Mustikajaya, Kota Bekasi, Rabu (15/11/2023) pukul 18.15 WIB. Satu pelaku berhasil ditangkap.

"Korban minta rokok kepada pelaku K dengan cara memaksa sehingga membuat pelaku dan teman-teman kesal," ujar Ririn di Mapolsek Bantar Gebang, Kamis (16/11/2023).

Berdasarkan keterangan salah satu pelaku yang ditangkap, korban sempat mengucapkan kata-kata yang membuat para pelaku naik pitam.

Kemudian, kelima pelaku langsung mengeroyok korban.

Pelaku A bahkan melempar batu ke korban.

"Korban sempat mengatakan 'daerah ini gue yang pegang'.

Pelaku A langsung memukul korban, diikuti pelaku N, K, dan F.

Pelaku MRF memukul dan menendang," jelas Ririn.

Karena dikeroyok, korban pun terjatuh.

Bukannya berhenti, pelaku tetap menghantam MF hingga terkapar.

"Para pelaku menginjak-injak korban, pelaku A juga melempar batu ke arah kepala korban," imbuh Ririn.

Peristiwa pengeroyokan itu diketahui warga sehingga para pelaku langsung lari kocar-kacir.

Namun, MRF berhasil ditangkap.

"Setelah kejadian, pelaku A, N, K dan F melarikan diri, sedangkan pelaku MRF dapat diamankan warga," tuturnya.

Korban kritis

Ririn mengungkapkan, korban yang telah terkapar dalam kondisi kepala bersimbah darah langsung dilarikan ke RSUD Kota Bekasi usai kejadian.

"Korban mengalami luka robek pada daun telinga sebelah kanan, lubang telinga kiri mengeluarkan darah, hidung keluar darah, dan pergelangan tangan kiri patah," ungkap Ririn.

"Korban saat ini ada RSUD, jadi berdasarkan informasi yang kami dapat kondisi korban kritis," sambungnya.

Korban songong

MRF mengungkapkan, ia dan teman-temannya nekat melakukan pengeroyokan gara-gara kesal dengan perangai korban.

 MRF mengatakan, awalnya korban mendatangi mereka yang tengah berkumpul lalu memaksa minta rokok.

"Minta rokok satu batang.

Kata dia 'ini daerah gue semua sepanjang ini gue yang pegang', katanya gitu," ucap MRF di Mapolsek Pondok Gede, Kamis.

MRF mengatakan, ia dan teman-temannya sudah mengamen cukup lama di wilayah tersebut.

"Iya, saya di situ sudah lama.

Enggak kenal (korban), semua orang juga baru pada ngelihat," imbuh dia.

MRF mengatakan, warga sekitar ada yang sempat mengatakan kalau korban berperilaku "songong".

"Kan ada orang, dia juga nanyain, katanya (korban) songong banget.

Saya juga enggak tahu (enggak kenal)," imbuh dia.

Lebih lanjut, MRF mengaku tidak dalam kondisi mabuk ketika mengeroyok korban bersama teman-temannya.

"Kalau saya enggak (mabuk), kalau yang lain enggak tahu," tutur dia. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Amarah Lima Pengamen di Bekasi, Keroyok Warga hingga Kritis gara-gara Korban Songong dan Memalak Rokok"

Baca juga: Pria Dikeroyok Satu Dusun Setelah 2 Hari Mengamuk Bawa Parang Rusaki Rumah Warga

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved