Berita Slawi
Bupati Umi Tandatangani RPD Kabupaten Tegal 2025-2026, Ada 9 Program Disempurnakan
Pemkab Tegal menggelar forum konsultasi publik penyusunan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kabupaten Tegal tahun 2025-2026
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pemkab Tegal menggelar forum konsultasi publik penyusunan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kabupaten Tegal tahun 2025-2026, bertempat di Gedung Dadali Pemkab Tegal, Jumat (17/11/2023).
Bupati Tegal Umi Azizah saat membuka acara menuturkan, dokumen RPD yang disusun untuk menjaga kesinambungan perencanaan pembangunan daerah pasca berakhirnya masa jabatannya sebagai Bupati Tegal di tahun 2023 ini.
Menurutnya, dokumen RPD 2025-2026 nantinya akan menjadi pedoman bagi Penjabat Bupati Tegal dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah tahun 2025-2026.
Utamanya dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di periode yang sama.
Termasuk juga penyusunan rencana strategi (Renstra) dan rencana kerja (Renja) perangkat daerah.
"Forum konsultasi publik ini, menjadi ruang partisipasi dalam menyampaikan aspirasi yang nantinya akan kita padukan dengan reource di perangkat daerah, sebagai bagian dari upaya menggali potensi untuk meningkatkan daya saing dan menyelesaikan permasalahan pembangunan dengan menyempurnakan Rancangan Awal RPD Tahun 2025-2026 agar lebih berkualitas," jelas Bupati Tegal Umi Azizah, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Selasa (21/11/2023).
Umi mengatakan, RPD yang disusun akan fokus pada penyelesaian target kinerja RPJMD Kabupaten Tegal Tahun 2019-2024.
Termasuk akan menyempurnakan capaian atas sembilan program unggulan Kabupaten Tegal.
Sembilan program yang dimaksud yaitu, pelayanan publik prima, penumbuhan wirausaha pemuda, penguatan jaringan infrastruktur dan jalan bebas lubang, pengembangan smart city, dan penataan Kota Slawi.
Selain itu, pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga, penataan kawasan permukiman kumuh dan rumah sehat, pembinaan olahraga prestasi, dan pengarusutamaan kebudayaan dalam mendukung pembangunan daerah.
"Selain melanjutkan sembilan program prioritas, kita juga perlu mengintervensi pemecahan masalah ataupun isu strategis yang aktual untuk mendukung upaya peningkatan daya saing daerah seperti menekan angka kemiskinan, mengurangi pengangguran terbuka, meningkatkan derajat kesehatan dan pendidikan di masyarakat," terang Umi.
Bupati Umi menambahkan, hal ini tentu memerlukan penanganan holistik dan terintegrasi.
Dari mulai kesiapan akses pelayanan dasar yang bermutu, tidak diskriminatif, infrastruktur yang handal dalam mendukung percepatan pembangunan, kebijakan perizinan yang membuka ruang bagi tumbuh kembang usaha dan investasi.
"Termasuk juga kesiapan sumber daya manusia untuk bersaing dan meraih peluang dari pertumbuhan ekonomi," ujarnya. (dta)
Baca juga: Badan Kebangpol Kudus Berikan Pendidikan Politik bagi Masyarakat Mewujudkan Pemilu 2024 Damai
Baca juga: Disuruh Bolos, Pramugari Tolak Tawaran Hotman Paris Gaji 2 Kali Lipat: Jadi Kau Tidak Tergoda?
Baca juga: Mahasiswa Magang Bisa Dapat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Iuran Rp 16.800 Per Bulan
Baca juga: Izinkan Bocah Nginep di Penjara Temani Ibunya, Bagaimana Nasib Briptu Adhy? Itu Resiko Saya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Bupati-Tegal-Umi-Azizah-21-nov-2023.jpg)