Banyak Kredit Macet, Fintech Lending Didorong Perkuat Sistem Scoring Peminjam
meningkatnya kredit macet sejumlah fintech lending tak terlepas dari kelonggaran dan kemudahan administrasi.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sejumlah fintech peer to peer (P2P) lending terpantau memiliki TWP90 di atas 5 persen, atau berarti kredit macet semakin membengkak.
Menanggapi hal itu, pengamat sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda berpendapat, meningkatnya kredit macet sejumlah fintech lending tak terlepas dari kelonggaran dan kemudahan administrasi.
"Saya melihat kelonggaran dan kemudahan administrasi dalam penyaluran fintech P2P lending sudah menjadi boomerang dalam penyaluran kredit. Di satu sisi, bagus untuk mempercepat inklusi keuangan, tetapi harus diiringi juga dengan scoring yang lebih valid," katanya, kepada Kontan.co.id, Rabu (3/1).
Menurut dia, tanpa sistem scoring yang valid, ancaman tingginya kredit macet fintech P2P lending kemungkinan masih akan membayangi ke depannya. Terlebih, untuk bisnis yang targetnya UMKM pertanian.
Nailul menuturkan, selama ini perbankan ragu untuk menggenjot sektor pertanian karena risikonya cukup tinggi. Namun, beberapa fintech P2P lending malah menargetkan sektor tersebut.
"Sudah ada platform fintech yang mengincar sektor pertanian, kemudian fintech tersebut malah tutup. Jadi, saya merasa tinggal menunggu waktu saja bagi yang lain jika tidak dibenahi sistemnya," ujarnya.
Nailul pun mendorong agar fintech lending memiliki sistem scoring dan sistem berbasis komunitas yang kuat, sehingga bisa menjadi kontrol peminjam. Menurut dia, risiko yang tinggi harus diminimalisir, sehingga lender juga tidak kehilangan uangnya.
"Penggunaan data lainnya, seperti keikutsertaan dalam komunitas atau data historis perbankan dirasa bisa menjadi data pembanding yang bisa digunakan," ujarnya.
Berdasarkan pantauan Kontan.co.id, sejumlah fintech lending memiliki TWP90 di atas 5 persen, di antaranya Danamas sebesar 9,91 persen, Investree sebesar 12,58 persen, hingga Maucash sebesar 5,73 persen.
Adapun, fintech lending yang berfokus di sektor pertanian, yakni TaniFund kredit macetnya mencapai 63,93 persen atau TKB90 hanya 36,07 persen, sedangkan iGrow memiliki TKB 90 sebesar 53,44 persen atau kredit macetnya 45,56 persen. (Kontan.co.id/Ferry Saputra)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.