Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Solo

dr Lo Siaw Ging Siapa? Sosok Dokternya Orang Papa itu Telah Berpulang,

Dokter ini dikenal sangat mengutamakan kemanusiaan dengan tidak memungut biaya pelayanan kesehatan dari kaum miskin.

Tayang:
kompas.com
Dokter Lo Siaw Ging 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO -- Dokter ini dikenal sangat mengutamakan kemanusiaan dengan tidak memungut biaya pelayanan kesehatan dari kaum miskin. Bahkan karena saking pedulinya terhadap kesehatan warga miskin Dr Lo pernah mendapat Rekor Muri.

Kederwananan Lo Siaw Ging (88), dokter asal Solo, sudah dikenal masyarakat sejak lama. Bahkan saking dermawannya, dokter Lo dijuluki dokternya orang papa.

Karena dr Lo menggratiskan orang miskin yang berobat kepadanya.

Dokter yang sering menggratiskan biaya pengobatan bagi pasien tidak mampu itu telah mengembuskan napas terakhir di RS Kasih Ibu Solo pada Selasa (9/1/2024).

Dokter Lo dirawat di rumah sakit sejak Jumat (5/1/2024). Dia diketahui sudah lama sakit dan keluar masuk rumah sakit.

Tokoh Tionghoa Solo, Sumartono Hadinoto atau dikenal Martono, mengatakan, sosok dokter Lo dikenal sebagai dokter sosial.

Bahkan, ungkap Martono, pesan dokter Lo yang sampai sekarang masih diingat adalah kalau mau kaya, jangan menjadi dokter.

"Kalau kita orang Solo dan sekitarnya tahu bahwa dokter Lo adalah dokter yang sangat-sangat sosial. Bahkan, dia selalu menyampaikan satu hal yang selalu saya ingat kalau mau kaya jangan jadi dokter," katanya.

"Itu pesannya ayahnya dulu ke dokter Lo. Kalau mau kaya jadi pebisnis. Kalau jadi dokter itu melayani orang banyak, berbagi melayani orang-orang banyak di bidang kesehatan. Jadi tidak perlu memikirkan uang yang penting bisa malayani orang menjadi sehat," tuturnya.

Dokter Lo memulai kariernya sebagai seorang dokter di RS dr Oen Kandang Sapi Solo.

Setelah itu dokter Lo pindah ke RS Kasih Ibu. "Kalau kita lihat dokter Lo itu mulai dari RS dr Oen Kandang Sapi kemudian pindah ke Kasih Ibu.

Dengan adanya dokter Lo terus berkontribusi nyata. Hampir pasien yang berobat digratiskan sama dokter Lo," ungkap dia.

Dokter Lo pernah menjabat sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Kasih Ibu Solo periode 1981-2004.

Setelah pensiun, dokter Lo tetap melayani pasien di rumah sakit yang sama dan di rumahnya di Jagalan, Jebres, Solo.

"Setiap hari buka praktik di rumah pagi dan sore. Dan pasien bukan main banyaknya. Beliau itu siapapun tidak pandang bulu semua dibantu sampai sehat kalau perlu dibelikan obat. Iya gratis," kata Martono.

Sederhana

Martono mengaku terakhir bertemu dokter Lo sekitar sebulan lalu. Dokter Lo berpesan kepada Martono seandainya meninggal dunia untuk dimakamkan secara sederhana. Dokter Lo lahir di Magelang 16 Agustus 1934.

Dia pesan kepada Martono bila meninggal, pemakamannya dilakukan secara sederhana saja.

"Kira-kira sebulan yang lalu (bertemu dokter Lo). Kalau saya (dokter Lo) meninggal dimakamkan secara sederhana saja. Petinya minta warna putih. Dan semuanya minta tolong ke saya waktu itu," ungkap dia.

Rekor Muri

Diketahui, dokter Lo pernah menerima penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) pada 2020 atas jasanya di bidang kesehatan berupa Mahakarya Kebudayaan.

Pemberian penghargaan Mahakarya Kebudayaan "Dokter yang Mengutamakan Kemanusiaan dengan Tidak Memungut Biaya Pelayanan Kesehatan dari Kaum Miskin" diselenggarakan dengan protokol Covid-19 melalui Zoom meeting di kediaman dr Lo di Solo, Jawa Tengah, Kamis (10/9/2020).

Piagam penghargaan diserahkan Ketua Umum Muri Jaya Suprana melalui perwakilan Muri Solo, Mayor Haristanto, kepada dr Lo dengan disaksikan istri dan perwakilan dari RS Kasih Ibu, Haryani.

Jaya Suprana mengatakan, dr Lo merupakan tokoh kemanusiaan yang sangat layak menerima anugerah Mahakarya Kebudayaan di bidang kesehatan. "Dr Lo adalah dokter yang menggratiskan pembiayaan kesehatan pada orang miskin," kata Jaya Suprana.

Dokter Lo Siaw Ging meninggal dunia di usia 88 tahun, setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo, Jawa Tengah.

Humas Rumah Sakit Kasih Ibu Solo, David Pangaribuan membenarkan kabar meninggalnya dokter yang dikenal peduli terhadap yang kaum marjinal.

"Iya benar (dokter Lo meninggal). Kurang lebih tadi pukul 12.15 WIB," kata David, Selasa. (tribun/kompas)

Baca juga: Kebun Binatang Medan Terhempas Krisis Finasial, 3 Harimau Mati Kelaparan: Gaji Karyawan Telat

Baca juga: Dua Kendaraan Terjebak Banjir Saat Hujan Deras di Lautan Pasir Gunung Bromo

Baca juga: Gibran Santai Hadapi Sindiran Spanduk di Bali "Kritikan Warga Hal Biasa"

Baca juga: Daftar pemenang Golden Disc Awards 2024:Grup Kpop Perempuan IVE Borong Piala

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved