Berita Banyumas
Pak Ganjar Sering Ajak Ngobrol Pohon Durian, Disebut Ada Pengaruhnya
Bermula dari kecintaanya dengan buah durian, mengantarkan Ganjar Setiadji menjadi petani durian sukses di Banyumas.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Bermula dari kecintaanya dengan buah durian, mengantarkan Ganjar Setiadji menjadi petani durian sukses di Banyumas.
Dia yang dulunya adalah seorang kontraktor memutuskan serius menjadi petani durian pada 2014.
Ganjar Setiadji yang juga menjadi Ketua komunitas Tegar Galur Farm di Desa Plana, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas memiliki 300 pohon buah durian.
Luas kebun duriannya sekitar 3 hektar dengan rata-rata usia pohon 9 tahunan.
Lebih istimewanya lagi dari 3 hektar luas kebun durian itu sebagian besar sudah organik.
"Kita ubah yang awalnya kimia ubah juga jadi organik.
Ini 90 persen adalah durian kromo banyumas atau dikenal sebagai durian Bawor," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (19/1/2024).
Ia mengatakan tanah di Somagede memang lebih cocok menanam durian Kromo atau Bawor.
Apabila ditanam jenis lain maka akan kurang maksimal.
Durian yang ditanam Ganjar ini bahkan pernah juara festival durian 2017 lokal.
Soal perlakuan pada durian ia mengaku memang sangat istimewa seakan merawat anaknya dan keluarganya sendiri.
Ganjar sering mengajak ngobrol durian yang dia rawat karena secara psikologis begitu berpengaruh dalam tumbuh durian.
Ia ajak ngobrol saat kelopak bunga sedang mekar.
"Saya juga menanam Musangking, lokal Malaysia.
Dan saya juga punya durian lokal enak.
Menamnya sama, pupuk sama, tapi karena saya kurang suka Musangkung jadi tidak berbuah.
Itu terbukti memang dan sampai tidak berbuah," katanya.
Ia mengatakan durian Bawor punya bentuk ukuran yang besar dan rasanya beda.
"Ini lebih kuat rasa duriannya dan ada pait paitnya.
Ada juga biji kecil.
Pemasarannya keunggulan adalah karena ini durian organik dan rasanya seperti mentega dan lembut," terangnya.
Ada kurang lebih 300 pohon.
Dalam satu pohon bisa berbuah kurang lebih 30 sampai 40 buah.
Sedangkan rata-rata satu buahnya adalah 3 kilogram sampai 6 kilogram.
Satu kilonya dihargai Rp80 ribu sampai Rp90 ribu per kilo.
"Durian mudah dikembangkan tapi sukit dipelihara.
Durian saya biasa masuk ke hypermart, hero, lotte dan toko organik lainnya," katanya.
Waktu harga durian anjlok, durian organik milik Ganjar tetap mampu bertahan karena lebih mengutamakan kualitas. (jti)
| Ubah Pola Lapor Korban Penipuan Keuangan, OJK Ajak Masyarakat Tinggalkan Cara Lama ke Polisi |
|
|---|
| Ini yang Dimiliki Banyumas Tapi Tak Ada di Daerah Lain hingga Bisa Rebut Proyek Nasional |
|
|---|
| ASN Banyumas Berpeluang Dimutasi Antar Daerah, Aplikasi Slamet Jadi Gerbang Integrasi Nasional |
|
|---|
| Pemkab Banyumas Siapkan SDM Terampil Sambut Peluang Kerja ke Jerman, Gaji Perawat Tembus Rp50 Juta |
|
|---|
| Bidik Pasar Eropa, Pemkab Banyumas Siapkan BLK Khusus untuk Tembus Pasar Jerman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Petani-durian-Ganjar-Setiadji-bersama-Pj-Bupati-Banyumas.jpg)